Jusuf Hamka Siapkan 10 Hektare Tanah Miliknya untuk Makam Jenazah Covid

Kejadian tersebut lalu direspons tokoh mualaf keturunan tionghoa, Jusuf Hamka.

Eko Faizin
Kamis, 29 Juli 2021 | 08:58 WIB
Jusuf Hamka Siapkan 10 Hektare Tanah Miliknya untuk Makam Jenazah Covid
Jusuf Hamka. (Instagram/@jusufhamka)

SuaraRiau.id - Beberapa waktu belakangan, dugaan praktik kartel kremasi jenazah pasien Covid-19 mencuat ke tengah publik. Lantaran itu, kejadian tersebut kemudian menjadi sorotan.

Kejadian tersebut lalu direspons tokoh mualaf keturunan tionghoa, Jusuf Hamka. Dirinya mengatakan niatnya untuk menjadikan 10 hektare tanah miliknya sebagai lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19.

“Saya punya tanah sebetulnya di Rorotan (Jakarta Utara) hampir 10 hektare. Saya bilang kan, saya harus adil, saudara-saudara kita umat Hindu, Kristen, Buddha, soal kremasi udah selesai,” ujar pengusaha pengusaha jalan tol itu dilansir dari Terkini.id--jaringan Suara.com.

“Terus umat Islam dan umat lain yang mau dimakamkan, silakan pakai tanah saya,” sambungnya.

Diketahui, Jusuf Hamka yang merupakan Dewan Pembina Krematorium Cilincing memerintahkan krematorium tersebut untuk menerima jenazah pasien Covid-19.

Ia meminta memungut harga rendah untuk jasa kremasi, yaitu Rp 7 juta.

Sebab, sebelumnya beredar berita tentang adanya calo jasa kremasi yang mematok harga hingga ratusan juta rupiah per jenazah pasien Covid-19.

Profil Jusuf Hamka
Jusuf Hamka merupakan bos perusahaan jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada. Ia dikenal sebagai sosok pengusaha yang dermawan dan kerap membantu masyarakat yang kesulitan.

Pengusaha mualaf Jusuf Hamka terlahir dengan nama ‘Alun Joseph’ ini hidup sederhana sejak kecil. Bahkan, ia sempat berjualan es mambo di Masjid Istiqlal.

“Dulu saya hidup karena ditolong orang. Dari sedekah orang. Saya jual es mambo, temen saya dulu omsetnya misalnya Rp 100 ribu, saya pulang bisa bawa Rp 130 ribu. Karena apa? Orang tuh duit lebihannya ‘udah ambil deh’ mereka sedekah, kasih infak ke saya. Gitu,” papar Jusuf Hamka.

“Pembeli saya dulu kebanyakan jemaah Masjid Istiqlal. Saya dagang di Istiqlal, belum jadi mualaf. Itu saya masih (usia) 10 tahun. Saya bilang, kok orang Islam baik-baik ya,” sambungnya.

Kecintaannya terhadap Islam terus-menerus berlanjut. Pada Maret 1981, akhirnya Alun Joseph memiliki sebuah niat besar untuk menjadi seorang mualaf.

Ia kemudian menemui seorang ulama besar Buya Hamka di Al Azhar Jakarta. Awalnya, ia hanya berniat untuk bercerita akan ketertarikannya untuk masuk Islam dan belajar tentang Islam.

Akan tetapi, ia justru dipaksa masuk Islam oleh Buya Hamka detik itu juga. Alasannya, ulama tersebut takut berdosa.

“Saya bilang, saya mau nanya-nanya. Mau masuk Islam. Akhirnya disuruh Islam di situ secara langsung. Saya bilang, ‘Kenapa maksa Buya?’,” ungkap Jusuf Hamka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini