alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PSK Lokalisasi Batam di Masa Pandemi, Tak Dapat Bantuan-Pilih Pulang Kampung

Eko Faizin Kamis, 22 Juli 2021 | 10:04 WIB

PSK Lokalisasi Batam di Masa Pandemi, Tak Dapat Bantuan-Pilih Pulang Kampung

Potret kehidupan itu terlihat di sudut kawasan hiburan malam Sintai, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berangsur sepi.

SuaraRiau.id - Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi termasuk Indonesia terganggu. Segala sudut kehidupan, tak terkecuali bisnis hiburan malam.

Potret kehidupan itu terlihat di sudut kawasan hiburan malam Sintai, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berangsur sepi.

Suasana hiruk pikuk tidak lagi terlihat di gerbang masuk kawasan Pusat Rehabilitasi Sosial Nonpanti (PRSN) Teluk Pandan, Batu Aji atau yang lebih dikenal dengan kawasan Sintai.

Setelah Covid-19 merebak, kawasan ini pun jauh terlihat semakin sepi dan lenggang. Ditambah lagi penerapan PPKM di wilayah tersebut telah mematikan upaya mereka dalam meraup rupiah.

Bahkan, sudah tidak ada lagi lalu lalang para pengunjung di kawasan lokalisasi ini. Hanya bangunan ruko-ruko yang dikemas menjadi bar-bar tempat hiburan malam masih kokoh berdiri.

“Tidak ada aktivitas lagi, seluruh gerbang ditutup karena pandemi Covid-19 ditambah masa PPKM Darurat ini,” kata Ketua RW Sintai, Nasir dilansir dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Senin (19/7/2021).

Tak ada lagi riuh canda dan sesekali tawa dari penghuninya yang mayoritas dihuni pekerja seks komersial (PSK). Kegiatan yang dilakoni mereka yang melayani hasrat libido pelanggan pria hidung belang pun ambyar.

Sebagian besar memilih untuk pulang kampung saja dengan alasan tak pernah dapat bantuan dari pemerintah.

Kondisi tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat perlahan, sejak beberapa perusahan galangan kapal yang notabene menjadi sumber pengunjung mulai gulung tikar dalam satu tahun belakangan.

Kondisi pandemi Covid-19 dengan sejumlah kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat pun turut menyurutkan kondisi ekonomi kawasan yang sudah berdiri sejak puluhan tahun silam tersebut.

Komentar

Berita Terkait