Luhut Minta Bantuan China-Singapura Atasi Corona, Epidemiolog Bilang Begini

Terkait hal wacana Koordinator PPKM Darurat itu, Epidemiolog University Australia, Dicky Budiman ikut merespons.

Eko Faizin
Jum'at, 09 Juli 2021 | 10:35 WIB
Luhut Minta Bantuan China-Singapura Atasi Corona, Epidemiolog Bilang Begini
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Kepresidenan, Kamis (22/11/2018). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Namun menyangkut sumber daya manusia, dia mewanti-wanti pemerintah agar selektif dan berhati-hati. Termasuk soal tenaga kesehatan, Dicky mengatakan sumber daya manusia di Indonesia mampu dan mencukupi untuk mengatasi pagebluk ini.

“Yang jadi PR-nya adalah masalah konsistensi, komitmen strategi berbasis sains. Kita ahli-ahlinya ada, Kemkes mampu, tapi harus fokus pada kesehatan,” ucap Dicky.

Dicky pun tak merekomendasikan permintaan bantuan dalam bentuk tenaga kesehatan. Selain ada regulasi tertentu untuk kerja sama ini, dia mengatakan sumber daya manusia di Tanah Air pun mampu dan mencukupi untuk penanganan pandemi.

“Harus diingat dalam pandemi ini bahwa penguatan sistem yang ada di kita menjadi sangat penting, human resources itu harus Indonesia. Nanti kita akan memakai human resources tersebut untuk ancaman berikutnya, karena ini bisa saja bukan pandemi terakhir,” kata Dicky.

Diketahui, rencana meminta bantuan asing sebelumnya disampaikan Luhut Pandjaitan selaku Koordinator PPKM darurat.

Menurut Luhut, pemerintah akan meminta bantuan Singapura dan China jika jumlah kasus Covid-19 mencapai lebih dari 40 ribu dalam sehari.

Menko Luhut mengatakan akan mengimpor kebutuhan peralatan oksigen hingga prasarana lain yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, Menteri Luhut juga mengaku telah membuka komunikasi dengan Singapura untuk mengimpor konsentrator oksigen. Namun dia belum merinci bentuk bantuan yang akan didatangkan dari China.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini