alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hukuman Pinangki Didiskon, Publik Bagikan Foto Wanita Papua Menyusui di Sel

Eko Faizin Rabu, 23 Juni 2021 | 17:03 WIB

Hukuman Pinangki Didiskon, Publik Bagikan Foto Wanita Papua Menyusui di Sel
Kolase tangkapan layar wanita Papua menyusui vs Jaksa Pinangki. [Ist/Suara.com]

Banyak warganet membandingkan nasib seorang wanita Papua tersebut dibanding Pinangki yang justru mendapat diskon masa tahanan.

SuaraRiau.id - Pro kontra hukuman Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang dipotong dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara menjadi fakta mirisnya penegakan hukum di tengah pemberantasan korupsi di Indonesia.

Hakim pengadilan tinggi, seperti yang diketahui memvonis Jaksa Pinangki dengan hukuman cuma 4 tahun penjara.

Salah satu alasannya adalah karena Pinangki punya anak. Belakangan, sejumlah netizen membagikan foto seorang wanita Papua yang menjadi tahanan politik.

Wanita tersebut diketahui bernama Sayang Mandabayan. Ia ditangkap atas kasus makar pada awal September 2019 lalu di Manokwari.

Banyak warganet membandingkan nasib seorang wanita Papua tersebut dibanding Pinangki yang justru mendapat diskon masa tahanan.

Padahal, keduanya juga sedang merawat anaknya. Foto Sayang Mandabayan beredar di media sosial pada 2019 memantik empati sejumlah pihak.

Ombudsman RI perwakilan Papua Barat serta pemerhati dan anak misalnya mendatangi mendatangi Polres Manokwari.

Sementara Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, mengaku tidak tahu Sayang sedang menyusui sebelumnya.

“Pada Selasa pagi 10 September kemarin, ia ditahan, lalu sore didatangi beberapa keluarga untuk membesuk, mereka membawa anak kecil. Tiba-tiba anak itu diserahkan kepada tersangka lalu menyusui anak (berusia) sekitar enam bulan. Pada malam harinya, foto tersangka sedang menyusui anak sudah disebarkan ke sosial media,” ujar Adam melansir Terkini.id--jaringan Suara.com, Rabu (23/6/2021).

Lanjut Adam, anggota Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) memberikan kesempatan kepada keluarga Sayang untuk bertemu tanpa memperoleh informasi bahwa anak kecil yang dibawa keluarga itu merupakan anak Sayang.

Komentar

Berita Terkait