alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sentil Anies Baswedan, Cak Imin: Ancol Dibuka, Ziarah Kubur Dilarang

Riki Chandra Sabtu, 15 Mei 2021 | 15:51 WIB

Sentil Anies Baswedan, Cak Imin: Ancol Dibuka, Ziarah Kubur Dilarang
Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Suara.com/Novian).

Kondisi Ancol tersebut menjadi trending topic di Twitter karena kerumunan wisatawan tersebut dikhawatirkan akan memicu terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19.

SuaraRiau.id - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk membuka tempat wisata Ancol disentil Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Pasalnya, di waktu berdekatan, Pemprov DKI Jakarta juga melarang umat muslim untuk berziarah kubur.

Sebelumnya diwartakan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan larangan ziarah makam bagi warga Jakarta selama Idul Fitri. Dengan alasan itu, Tempat Pemakaman Umum di Ibu Kota akan ditutup.

Sementara pada Jumat (14/5/2021) dilaporkan ada lebih dari 39.000 pengunjung menyesaki tempat wisata Pantai Ancol di Jakarta.

Kondisi Ancol tersebut menjadi trending topic di Twitter karena kerumunan wisatawan tersebut dikhawatirkan akan memicu terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19.

Baca Juga: Cak Imin Kritik Gubernur Anies: Ziarah Kubur Dilarang, Tapi Ancol Dibuka

"Di satu sisi ziarah kubur yang menjadi ritual umat muslim saat Lebaran dilarang dengan alasan mencegah penularan COVID-19 karena terjadi kerumunan massa, namun di sisi lain wisata Ancol dibuka," kata Cak Imin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/5/2021).

Cak Imin meminta Pemprov DKI lebih bijak dalam membuat sebuah kebijakan karena kebijakan membuka Pantai Ancol, jelas menimbulkan kerumunan yang sulit dikendalikan.

Menurut Ketua Tim Pengawasan Penanganan Bencana COVID-19 DPR RI itu, bagaimana orang mandi di pantai bisa menerapkan protokol kesehatan, karena tidak mungkin menggunakan masker.

"Mau jaga jarak juga bagaimana caranya? Lihat saja berbagai gambar kerumunan yang terjadi di Ancol pada Jumat kemarin," ujarnya.

"Jangan sampai apa yang terjadi di India, terjadi pula di Indonesia akibat sebuah kebijakan yang tidak tepat," tutup Cak Imin. (Suara.com)

Baca Juga: Gus AMI: Waspadai Potensi Klaster Baru Covid-19 di Ancol

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait