alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Heboh Harta Kartun Dinasti Ming, Kini Ditemukan 11 Peti Mati Kuno di Natuna

Eko Faizin Selasa, 20 April 2021 | 14:25 WIB

Heboh Harta Kartun Dinasti Ming, Kini Ditemukan 11 Peti Mati Kuno di Natuna
Warga Natuna temukan peti mati Dinasti Ming yang sudah dijarah pemburu harta karun, Minggu (19/4/2021) [Batamnews]

Kini warga Kecamatan Bunguran Batubi kembali dihebohkan dengan penemuan peti mati kuno.

SuaraRiau.id - Penemuan harta karun dan barang antik yang diduga peninggalan Dinasti Ming di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) menggemparkan warga.

Kini warga Kecamatan Bunguran Batubi kembali dihebohkan dengan penemuan peti mati kuno. Setidaknya ada 11 peti mati (Benggong) khas Tiongkok yang dipergunakan mengubur abu dan perhiasan orang yang telah meninggal

Belasan peti tersebut ditemukan warga beberapa hari lalu di area pencarian harta karun daerah Sebangkar, Desa Semedang, Kecamatan Bunguran Batubi, Natuna.

Benggong sendiri diyakini warga merupakan sebuah peti mati zaman peninggalan China dahulu.

Benda ini dipergunakan sebagai tempat mengubur abu jenazah dan berbagai perhiasan serta artefak lain milik orang yang telah meninggal tersebut.

Warga penemu peti mati tersebut, Jarkasi (63) menceritakan awal mula ia menemukan benda tersebut. Semula ketika ia diberitahukan oleh salah seorang warga bahwa di area perburuan harta karun, tepatnya di daerah Sebangkar banyak berserakan Benggong yang telah dibongkar dan dijarah isinya oleh pemburu harta karun.

Mengetahui hal tersebut, Jarkasi lantas menuju lokasi. Setelah tiba di lokasi dan melihat belasan Benggong dengan kondisi yang berserakan, dirinya akhirnya memutuskan untuk membawa Benggong-benggong tersebut pulang ke rumahnya.

Dengan menggunakan gerobak sorong, pada malam harinya, ia mengangkut 11 Benggong tersebut kerumahnya yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi penemuan Benggong.

Belasan Benggong yang ditemukan pun beraneka ragam ukuran. Ada yang berukuran panjang mencapai 2 meter, 1 meter hingga ada yang berukuran kecil. Ukuran-ukuran Benggong tersebut dibuat sesuai dengan tinggi badan orang yang telah meninggal semasa hidupnya.

"Semua saya lakukan atas dasar kemanusiaan pak, karena dulunya peti-peti ini merupakan tempat peristirahatan manusia. Jadi sebisa mungkin akan saya urus dan saya kebumikan kembali," kata dia dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (20/4/2021)

Komentar

Berita Terkait