Kisah Oka, Juru Parkir yang Sisihkan Penghasilan buat Pembangunan Musala

Pekerjaan apapun telah dilaluinya untuk menyambung hidup dari hari ke hari.

Eko Faizin
Senin, 08 Februari 2021 | 16:31 WIB
Kisah Oka, Juru Parkir yang Sisihkan Penghasilan buat Pembangunan Musala
Oka Julneldi, juru parkir penyandang dwarfisme asal Duri saat mengatur kendaraan parkir. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Meski begitu, dia justru merasa senang dan bangga bisa memberikan sebagian pendapatannya untuk kemajuan wilayah, apalagi untuk tempat ibadah. Sebab bagi Oka, jika tidak begitu maka hidupnya terasa kurang lengkap.

Pemuda lajang ini berpenghasilan tidak tetap, yang berkisar Rp 100 ribu perhari. Hasil dari jerih payahnya tersebut juga dialokasikannya untuk pembayaran retribusi parkir ke petugas, besarannya kata Oka yaitu Rp 24 ribu.

"Jadi tiap hari Rp 39 ribu pengeluaran untuk retribusi dan sumbangan," kata dia.

Menurut Oka, dengan menyumbang untuk Musala tersebut tidak membuat dirinya kekurangan. Apalagi hal itu juga bisa menjadi bekal amalan bagi dirinya.

Selain itu, untuk kebutuhan makan dia pun mencari sendiri. Hidup yang dijalani Oka hari demi hari membuat dia mandiri dengan sendirinya. Selama ini, untuk biaya makan dan kebutuhan hidup dicarinya dengan mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Bahkan dia juga beberapa kali mengirim uang untuk keluarganya di kampung.

"Sesekali ngirim untuk orang tua," tuturnya.

Bagi keturunan Jawa-China ini, dia tak mau merepotkan dan bergantung hidup dengan keluarga, meskipun rumah orang tuanya hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Duri.

Saat ini, Oka tinggal bersama sahabatnya yang tinggal tidak jauh dari minimarket tempat dia bekerja. Setiap hari ia pulang pergi jalan kaki ke lapak mencari nafkahnya tersebut.

Dimarahi saat minta uang parkir
Pengalaman Oka, selama menjalani profesi juru parkir rupanya tidak berjalan mulus-mulus saja. Meskipun sudah dua tahun bergelut dengan peluit dan rompi oranye di lapangan, Oka nyatanya sering juga dimarahi saat meminta uang parkir kepada pengendara motor.

"Ada juga dimarahi orang, katanya dia petugas dishub, jadi gak mau bayar parkir dan marah," kata Oka.

Namun dia pun hanya bisa sabar dan mengurut dada, sebab jika ada hal seperti ini dia tak mau melawan, apalagi sampai terjadi keributan.

Di kota Duri, bukan hanya Oka yang menyandang dwarfisme atau kelainan pada pertumbuhan. Namun ada beberapa orang lainnya yang mengalami hal sama.

Namun terpantau, beberapa orang itu justru lebih memilik menggeluti hidupnya di bawah lampu merah. Hal itu rupanya tidak berlaku bagi alumni SMA Negeri 3 Mandau ini.

"Yang penting tetap semangat dan terus berjuang untuk hidup," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini