alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Surat Pendeta Korban Tragedi Titanic Dilelang, Ada Kisah Haru

Eko Faizin Kamis, 05 November 2020 | 08:14 WIB

Surat Pendeta Korban Tragedi Titanic Dilelang, Ada Kisah Haru
Surat Korban Titanic. (Dok: Henry Aldridge & Son)

Kapal itu tenggelam lebih dari dua jam kemudian dengan hilangnya lebih dari 1.500 nyawa.

SuaraRiau.id - Sebuah surat terkait Kapal Titanic akan dilelang di Inggris. Surat tersebut ditulis di Titanic oleh pendeta pahlawan yang meninggal dalam tenggelamnya kapal.

Mengutip New york Post, surat itu ditulis oleh John Harper, pendeta dari Gereja Baptis Walworth Road di London, seorang duda yang bepergian dengan saudara perempuan dan putrinya yang berusia 6 tahun untuk berkhotbah di Gereja Moody di Chicago.

Kapal Titanic menabrak gunung es di Atlantik Utara pada pukul 23:40 waktu kapal pada tanggal 14 April 1912, selama pelayaran perdananya dari Southampton ke New York.

Kapal itu tenggelam lebih dari dua jam kemudian dengan hilangnya lebih dari 1.500 nyawa.

Lelang Andrew Aldridge dari Henry Aldridge and Son mengatakan kepada bahwa, meski putri dan saudara perempuan Harper dimasukkan ke dalam sekoci dan selamat, pendeta itu tetap di atas kapal Titanic dan memberikan jaket pelampungnya kepada sesama penumpang.

“Catatan kontemporer menyatakan bahwa Harper memberitakan Injil sampai akhir (terutama Kisah 16:31), pertama di atas kapal yang tenggelam dan kemudian kepada mereka yang berada di air yang beku sebelum menyerah pada hal yang tak terhindarkan,” jelasnya melalui email.

Surat itu mengucapkan terima kasih kepada “Saudara Muda yang terkasih” atas bantuannya sebelum keberangkatan Harper ke AS. Ditulis di atas alat tulis Titanic, surat itu bertanggal 11 April 1912 dan dikirim dari Queenstown, Irlandia ketika Titanic menjemput penumpang di sana hari itu.

“Saya menulis kalimat ini sebelum kami tiba di Queenstown untuk meyakinkan Anda bahwa saya tidak melupakan Anda dan terutama semua kebaikan Anda saat kita berada di utara,” tulis Harper.

Dengan perkiraan pra-penjualan Rp 56 juta hingga Rp 94 juta, surat itu akan dilelang pada 14 November.

Lebih dari 100 tahun setelah tenggelamnya Titanic, kejadian itu terus menjadi sumber daya tarik.

Komentar

Berita Terkait