Deklarasi Masyumi Reborn di Riau, Inisiator: Usai 7 November

Menurut inisiator Masyumi Reborn Provinsi Riau, Wan Abu Bakar, jika tidak ada halangan maka deklarasi Provinsi Riau bakal menyusul deklarasi Masyumi Reborn level nasional.

Eko Faizin
Minggu, 01 November 2020 | 16:21 WIB
Deklarasi Masyumi Reborn di Riau, Inisiator: Usai 7 November
Tangkapan layar mantan Gubernur Riau, Wan Abu Bakar. [Istimewa]

SuaraRiau.id - Deklarasi Partai Ideologi Islam atau Masyumi Reborn bakal digelar pasca deklarasi nasional 7 November 2020 mendatang.

Menurut inisiator Masyumi Reborn Provinsi Riau, Wan Abu Bakar, jika tidak ada halangan maka deklarasi Provinsi Riau bakal menyusul deklarasi Masyumi Reborn level nasional.

"Insyallah usai deklarasi di Jakarta 7 November, mungkin nanti akan diikuti deklarasi di Provinsi Riau seterusnya sampai level kabupaten," ucapnya kepada Suara.com, Sabtu (31/10/2020).

Terkait peran Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam rapat pendirian Masyumi Reborn Provinsi Riau, Wan menyebut dai kondang itu berperan selaku motivator.

"Ustad Somad memberikan motivasi bahwa sudah waktunya, kita menyatukan suara umat Islam ini. Supaya umat Islam jadi penentu dalam negara ini," tekannya.

Terpisah, pengamat komunikasi politik Universitas Muhammadiyah Riau, Aidil Haris, mengatakan kebangkitan Masyumi mesti disertai program aksi yang jelas jika ingin menarik perhatian publik. Ia menilai kata reborn yang diusung Masyumi harus diikuti peta jalan yang menjanjikan.

Menurut Aidil, jika partai tersebut nantinya terbentuk maka Masyumi langsung dihadapkan dengan persaingan dengan partai Islam dan realita mengecilnya populasi pemilih Masyumi.

"Nanti mereka (Masyumi) akan dihadapkan dengan partai Islam yang sudah eksis, disisi lain mereka mesti menyikapi realita peralihan generasi pemilih. Sehingga standing position partai harus benar-benar jelas," terangnya Sabtu (31/10/2020).

Aidil mengingatkan,alih-alih mengusung kata reborn dan ideologi Islam sebagai pertanda kebangkitan partai.

Masyumi mesti punya kerja politik yang jelas tentang kemasan Islam yang coba ditawarkan ke publik.

"Kalau pada tahun 1955 Masyumi bisa dikatakan leluasa membangun narasi Islam. Maka kerja politik tahun 1955 itu tidak bisa dijadikan acuan. Sebab narasi soal Islam kini juga disuarakan partai Islam lainya. Sehingga Masyumi perlu memikirkan kemasan Islam seperti apa yang dikomunikasikan," terangnya.

Kontributor : Satria Kurnia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini