Pedagang di Siak Keluhkan Daya Beli Turun, Efek Ekonomi Tak Stabil?

Bahkan, beberapa pedagang menyampaikan keresahannya terkait lesunya daya beli masyarakat.

Eko Faizin
Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:20 WIB
Pedagang di Siak Keluhkan Daya Beli Turun, Efek Ekonomi Tak Stabil?
Ilustrasi - Pedagang di Siak Keluhkan Daya Beli Turun, Efek Ekonomi Tak Stabil? [pixabay]
Baca 10 detik
  • Sejumlah pedagang mengeluhkan daya beli masyarakat di Siak.
  • Para pedagang mengaku penurunan terjadi sejak 6 bulan terakhir.
  • Tak hanya pedagang, ASN di Siak juga mengeluhkan lambatnya gaji.

SuaraRiau.id - Geliat perputaran ekonomi di Kabupaten Siak dinilai masyarakat kurang stabil. Salah satunya disebabkan tidak berputarnya keuangan dari baik dari pegawai, kontraktor serta menurunnya hasil perkebunan.

Bahkan, beberapa pedagang menyampaikan keresahannya terkait lesunya daya beli masyarakat.

Salah seorang pemilik warung harian Selamat Rifaldi mengaku, setengah tahun terakhir jual beli di masyarakat sangat rendah.

Dijelaskan Selamat, biasanya kedai hariannya tersebut bisa mendapatkan omzet sebesar 2-3 juta rupiah dalam sehari.

"Kondisi saat ini, untuk mendapatkan omzet Rp500.000 pun sudah sulit sekali, padahal dibantu dibuka sampai tengah malam," kata Selamat Rifaldi.

Memang, tidak seluruh konsumen dari kalangan ASN atau pejabat pemerintahan, namun banyak yang menyebutkan minimnya aktivitas jual beli lantaran gaji yang tak lagi diterima tepat pada waktunya.

"Banyak pembeli mengeluh gaji tak keluar, sehingga mau tidak mau ya menekan jumlah pembelian," jelasnya.

Ditambahkan Selamat, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada warung harian miliknya saja. Namun, ada puluhan kedai harian yang ada di sekitar kota Siak juga mengalami kondisi serupa.

"Kondisi seperti ini juga terjadi dengan warung harian lainnya. Kadang kami sambil cerita juga, kalau kondisi saat ini benar benar parah," sambung Selamat.

Sumiati, penjual sarapan pagi juga mengeluhkan hal yang serupa. Ia membuka kedai sarapan mulai pukul 6.00 hingga jam 11.00 WIB.

Biasanya, dalam kurun waktu 4 hingga 5 jam berjualan, Sumiati bisa menjual dagangannya 18 hingga 35 porsi.

"Sudah 5 bulan terakhir gak sampai 10 porsi setiap harinya, itupun jualan hingga jam 13.00 WIB. Ada juga sehari hanya laku satu piring," ungkapnya pilu.

Sumiati sangat berharap, kondisi ini segera berakhir, karena ia juga harus menghidupi anak anaknya yang juga sedang menimba ilmu.

"Saya takut anak saya jadi berhenti sekolah," bebernya.

Sementara itu, Taufik (bukan nama sebenarnya) salah seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) Siak ceritakan bagaimana kondisi keuangan kebanyakan pegawai lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini