- Bidan desa Christina Simamora bersama empat pekerjanya ditahan di Polres Rokan Hilir sejak September 2024.
- Christina mengaku tidak diberi makan dan minum selama dua malam tiga hari serta mengalami intimidasi.
- Christina meminta evaluasi prosedur penanganan perkara dan mengajukan permohonan perlindungan hukum kepada pihak berwenang.
Christina meminta agar kondisi yang dialaminya selama berada di kantor polisi diperiksa melalui keterangan para pihak, dokumen administrasi, serta bukti lain yang relevan.
"Saya dan para pemanen berada di Polres Rokan Hilir selama dua malam tiga hari. Kami tidak diberi makan dan tidak diberi minum," ungkapnya.
Christina juga mengaku mengalami tekanan selama berada di sana. Ia mengaku, dirinya dan para pekerja sempat mendapat ancaman akan dimasukkan ke dalam sel sekitar pukul 00.00 WIB.
Menurut Christina, kondisi tersebut membuatnya merasa takut dan tertekan. Ia mengaku telah berupaya meminta penjelasan mengenai status hukum mereka, tetapi merasa tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari penyidik.
"Selama di Polres Rokan Hilir, kami diintimidasi akan dimasukkan ke dalam sel pada pukul 12 malam. Saya meminta penjelasan mengenai status saya, tetapi tidak bisa dijawab oleh penyidik," tuturnya.
Christina mengatakan pengalaman tersebut meninggalkan trauma.
Ia mengaku kemudian berusaha meminta perlindungan hukum dengan mendatangi Polsek Pujud dan menemui AKP Boy Setiawan, yang disebutnya pernah menjabat sebagai pejabat di polsek tersebut.
Christina juga menyatakan telah mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum, tetapi merasa belum memperoleh tanggapan yang diharapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Polisi Bunuh Ibu Kandung: Dinas di Biddokkes Polda Riau, Punya Riwayat Kontrol di RSJ
-
Kapolda Riau Ungkap Polisi Idap Skizofrenia Masih Dinas, Kini Diduga Bunuh Ibu Kandung
-
Polisi Bunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Mental, Kok Masih Dinas di Polda Riau?
-
Ditahan Polisi, Bidan Desa di Rokan Hilir Ngaku Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap