- Tim Manggala Agni Daops Rengat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tiga wilayah sejak Minggu, 30 Agustus 2026.
- Lokasi di Pelalawan serta Indragiri Hilir berangsur kondusif dan terkendali meskipun petugas menghadapi keterbatasan sumber air bersih.
- Kebakaran di Indragiri Hulu masih aktif merambat sehingga memerlukan tambahan personel serta alat berat untuk membuka akses.
SuaraRiau.id - Tim Manggala Agni Daerah Operasi Sumatera VII Rengat terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 3 lokasi wilayah Pelalawan, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.
Kepala Manggala Agni Daops Rengat Muhammad Sodik mengatakan lokasi pertama yang ditangani masih di Kerumutan, Pelalawan dengan luas mencapai 702 hektare.
"Kondisi api sudah tersekat, progres pengerjaan dan pengendalian menunjukkan tren sangat positif dengan status tahap pendinginan. Target pengerjaan yaitu penyerangan terhadap bara api yang tersisa di bawah lapisan gambut dan akar pohon," katanya, Minggu (30/8/2026).
Lokasi kedua di Desa Kertajaya Kecamatan Kempas Indragiri Hilir yang merupakan lahan gambut seluas 17 hektare dengan kondisi sudah mulai kondusif dan sebagian besar kepala api sudah tersekat.
Pihaknya terkendala sumber air yang mulai terbatas sehingga tim mengoptimalkan penggunaan embung guna memangkas jarak serangan menuju kepala api.
Kondisi angin yang bertiup kencang di lokasi, serta jarak pandang yang cukup terbatas juga menjadi kendala.
Terakhir kebakaran terjadi di Kuantan Babu, Indragiri Hulu dengan api masih aktif dan sudah masuk ke bagian hutan primer tegakan kayu.
Karhutla di wilayah tersebut merupakan penjalaran api dari Sungai Guntung Hilir yang sudah hangus 400 hektare lebih.
"Di sini terdapat dukungan tambahan personil 1 regu dan peralatan bantuan kendali operasi dari Manggala Agni Daops Sumatera V Dumai ke lokasi," ujarnya.
Tim lanjutnya masih berupaya melakukan penyekatan kepala api guna memutus penjalaran api.
Tim terkendala akses masuk ke kepala api yang harus di tempuh sejauh 1,5 Kilometer berjalan kaki, sumber air terbatas dan angin kencang di lokasi.
"Dukungan alat berat dilakukan untuk membuka akses jalan dan pembuatan embung sebagai penyediaan sumber air," tegas Sodik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap
-
Manggala Agni Terus Padamkan Karhutla di Tiga Wilayah Riau
-
Warga Diterkam Buaya di Sungai Sendewo Meranti, Camat: Bukan Pertama Kali
-
Pemerasan Modus Kencan via MiChat, 5 Orang Dibekuk Polisi Pekanbaru
-
Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga