- Warga bernama Atai selamat setelah diterkam buaya saat menyeberangi Sungai Sendewo, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (28/8/2026).
- Pemerintah Kecamatan Pulau Merbau melaporkan insiden serangan buaya tersebut kepada Basarnas dan BKSDA Riau untuk penanganan teknis.
- Pemerintah setempat mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan sungai untuk menghindari bahaya.
SuaraRiau.id - Seorang warga bernama Atai (35) diterkam buaya saat menyeberangi Sungai Sendewo, Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (28/8/2026) pagi.
Camat Pulau Merbau, Hermansyah menyebutkan bahwa kasus penyerangan buaya muara di wilayahnya ini bukan merupakan peristiwa pertama.
"Kejadian ini yang kedua kalinya. Alhamdulillah warga selamat," katanya, Minggu (30/8/2026).
Korban selamat dari insiden tersebut meski mengalami luka gigitan pada kaki sebelah kiri akibat serangan mendadak saat menggunakan rakit.
Hermansyah menjelaskan bahwa insiden serupa sebelumnya pernah menimpa warga dari Desa Tanjung Bunga di kawasan perairan yang sama.
Korban saat ini menjalani pemulihan di kediamannya yang berlokasi di Dusun III Rintis, Desa Renak Dungun.
Pemerintah Kecamatan Pulau Merbau telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi kesehatan korban serta memberikan pendampingan.
Serangan buaya itu menjadi perhatian serius mengingat tingginya ketergantungan warga terhadap jalur sungai untuk transportasi, menyeberang, hingga mencari ikan.
Pihak kecamatan telah meneruskan laporan resmi terkait kemunculan dan serangan buaya tersebut kepada Basarnas Kepulauan Meranti.
Laporan tersebut selanjutnya dikoordinasikan kepada BKSDA Riau untuk penanganan teknis.
"Udah saya laporkan ke Basarnas Kepulauan Meranti untuk diteruskan ke BKSDA Riau," ujarnya.
Hermansyah mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan mandiri yang membahayakan jika melihat keberadaan buaya di sekitar pemukiman atau jalur aktivitas.
"Untuk masyarakat, kami mengimbau agar selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sungai. Jangan mengambil risiko, karena keselamatan warga yang paling utama," pesannya.
Warga diimbau segera melaporkan setiap temuan kemunculan buaya kepada perangkat desa demi menjaga keselamatan bersama.
Pemerintah setempat juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memantau pergerakan satwa liar tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar
-
Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei
-
Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka
-
3.028 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Siak Capai 273 Hektare, Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan