Eko Faizin
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:45 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Indragiri Hilir, tepatnya kawasan Parit 17 hingga Parit 19, Jumat (28/8/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Kebakaran lahan gambut seluas hampir 10 hektare terjadi di Tembilahan, Indragiri Hilir pada Jumat, 28 Agustus 2026.
  • Lokasi kebakaran yang sangat dekat dengan permukiman warga memicu upaya penyekatan oleh tim gabungan bersama masyarakat.
  • Proses pemadaman menghadapi kendala berupa minimnya sumber air serta adanya bara api di bawah permukaan tanah gambut.

SuaraRiau.id - Api membakar lahan gambut di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil), tepatnya kawasan Parit 17 hingga Parit 19 pada Jumat (28/8/2026).

Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan telah menghanguskan lahan seluas hampir 10 hektare. Yang mengkhawatirkan, lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan permukiman penduduk.

Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R Arliansyah, mengatakan tim gabungan bersama masyarakat terus berjuang melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.

Proses pemadaman yang dilakukan sejak malam hingga Jumat pagi menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya minimnya sumber air di sekitar lokasi.

"Kendala utama di lapangan adalah ketersediaan sumber air yang minim serta kondisi gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan," jelasnya.

Berdasarkan pantauan tim di lapangan, jarak kobaran api dengan rumah warga hanya sekitar 30 hingga 50 meter.

Kondisi ini membuat tim gabungan bersama masyarakat terus berupaya melakukan pemadaman sekaligus penyekatan agar api tidak merembet ke kawasan permukiman.

Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat menjalar dan menyimpan bara di bawah tanah, sehingga berpotensi kembali muncul meski telah dilakukan penyiraman dan pendinginan.

Arliansyah menjelaskan bahwa upaya pendinginan terus dilakukan secara intensif untuk mencegah munculnya kembali titik api.

"Namun, tim gabungan bersama warga terus berjibaku di lapangan untuk melakukan pendinginan secara intensif agar potensi kebakaran susulan dapat dicegah sejak dini," jelasnya.

Tim gabungan bersama masyarakat hingga kini masih berupaya melokalisir areal yang terbakar. Penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi api merembet lebih luas, terutama ke arah permukiman.

Kondisi lahan yang kering dan cuaca panas membuat kewaspadaan terus ditingkatkan.

Pemadaman dan pendinginan di lokasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bara di dalam gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Load More