Eko Faizin
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:39 WIB
Ilustrasi - Petugas Manggala Agni memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU]
Baca 10 detik
  • Kementerian Lingkungan Hidup melaporkan 6 wilayah Riau mengalami udara tidak sehat akibat karhutla pada Sabtu (29/8/2026).
  • BMKG mendeteksi 265 titik panas di Riau dengan jumlah terbanyak berada di wilayah Kabupaten Pelalawan.
  • Sebagian wilayah Riau diprakirakan segera mengalami turun hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal.

SuaraRiau.id - Tingkat pencemaran udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah Provinsi Riau berada di kategori Tidak Sehat pada Sabtu (29/8/2026) pagi.

Dalam pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup, ada enam kabupaten/kota yang mengalami kualitas udara buruk diduga akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan tingkat kualitas udara konsentrasi partikulat (PM2.5), Kabupaten Kampar tertinggi berada di level 175, disusul Pelalawan 163, Kota Pekanbaru 144, Rokan Hilir 132, Bengkalis 125 dan Siak 105.

Sementara itu, BMKG memprediksi cuaca di sebagian wilayah Riau bakal mengalami hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal.

"Hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Bengkalis, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti," jelas petugas BMKG Pekanbaru, Indah DN.

BMKG juga mencatat sebanyak 265 titik panas (api) terdeteksi di Riau dengan jumlah paling tinggi terdapat di Pelalawan (120).

Kemudian peringkat kedua Indragiri Hilir (67), Indragiri Hulu dan Bengkalis (20), Kuantan Singingi (15), Siak (14), Rokan Hilir dan Rokan Hulu (3), Kampar (2) serta Dumai (1)

Untuk Pulau Sumatera total hotspot terdeteksi 1.813 titik dengan Sumatera Selatan paling banyak yakni 1.036.

Lalu, Jambi (181), Lampung (100), Bangka Belitung (91), Aceh (77), Sumatera Utara (54), Kepulauan Riau (4), Bengkulu (3), dan Sumatera Barat (2).

Load More