- Sebanyak 81 siswa SMKN 1 Tapung Hulu mengalami gangguan kesehatan pada 18 Agustus 2026.
- Sebelumnya pada 13 Agustus 2026, 45 siswa sekolah dasar di Dumai juga mengalami gejala keracunan.
- Seluruh korban mendapatkan penanganan medis sementara penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium.
SuaraRiau.id - Kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Riau. Setelah pada Kamis (13/8/2026) lalu menimpa puluhan siswa SD di Dumai, kini 81 pelajar SMKN 1 Tapung Hulu Kampar mengalami gangguan kesehatan serupa, Selasa (18/8/2026).
Pekan lalu, sebanyak 45 siswa SDN 013 dan SDN 015 Buluh Kasap Dumai mendapat penanganan medis. Mereka mengalami gejala sakit perut dan mual-mual.
"Korban dari SDN 013 sebanyak 43 orang dan dari SDN 015 sebanyak dua orang. Saat ini seluruh korban telah mendapat penanganan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai," kata Kasi Humas Polres Dumai AKP Zaini Waluyo.
Peristiwa berawal ketika makanan MBG tiba di SDN 013 sekitar pukul 08.00 WIB. Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, bakso orek, tempe goreng, tumis labu siam dan wortel, serta buah jeruk.
Pihak sekolah kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Sekitar pukul 09.00 WIB, makanan mulai dikonsumsi para siswa.
Namun sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengalami mual dan muntah. Sekolah kemudian menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan tersebut.
SPPG melakukan pengecekan terhadap kondisi siswa dan meminta makanan MBG yang telah didistribusikan segera ditarik.
Tak lama kemudian, ambulans Pemkot Dumai datang secara bergantian untuk membawa siswa yang mengalami keluhan ke rumah sakit.
"Namun, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel makanan maupun air," ujar Zaini.
Pada Selasa (18/8/2026), dugaan keracunan MBG menimpa puluhan siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.
Mereka mengeluhkan gejala mual, muntah, dan diare. setelah menyantap menu MBG berupa sup ayam. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan
-
Pemkab Kepulauan Meranti Serahkan SK Pengakuan MHA 3 Komunitas Adat
-
Sepekan Lalu Menimpa Siswa SD Dumai, Kini Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Kampar
-
Menu MBG Sup Ayam Diduga Bikin 81 Siswa SMK di Kampar Keracunan
-
Siswa di Kampar Keracunan Massal usai Santap Menu MBG