Eko Faizin
Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:39 WIB
Ilustrasi keracunan massal usai santap menu BMG. [Ist]
Baca 10 detik
  • Puluhan siswa SMK di Tapung Hulu, Kampar, diduga keracunan makanan Makan Bergizi Gratis pada 18 Agustus 2026.
  • Sekitar 40 siswa harus menjalani perawatan dan observasi medis intensif di Puskesmas Tapung pada hari Rabu.
  • Wakil Bupati Kampar Misharti memerintahkan penghentian sementara produksi dapur MBG yang tidak sesuai prosedur operasional.

SuaraRiau.id - Puluhan siswa SMK di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/8/2026).

Akibatnya, sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan dan observasi medis di Puskesmas Tapung.

Wakil Bupati Kampar Misharti jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan cukup banyak sehingga pelayanan terhadap para korban dipusatkan di Puskesmas Tapung.

Ketua Satgas MBG Kampar inipun, turun langsung meninjau kondisi para siswa yang menjalani perawatan. Ia didampingi Asisten II, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pelayanan, camat, kepala desa, serta Kepala Puskesmas.

"Jadi kami sedang melihat, meninjau terkait dengan keracunan yang dialami oleh anak-anak kita SMK di Tapung Hulu. Dan karena memang lumayan banyak yang korban, jadi sampai ke Puskesmas Tapung ini pelayanan dilakukan di sini," kata Misharti dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (19/8/2026).

Misharti menuturkan pada malam sebelumnya terdapat sekitar 12 siswa yang mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 7 orang di antaranya diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Sementara itu, pada pagi harinya masih terdapat sekitar 40 siswa yang menjalani perawatan dan observasi di Puskesmas Tapung.

Ia menjelaskan, para siswa yang masih berada di Puskesmas menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatan mereka setelah diduga mengalami keracunan.

"Tadi malam ada sekitar 12, tujuh orang sudah keluar, sudah pulang semua. Dan pagi ini ada 40 anak-anak yang sedang dirawat di sini, dilakukan observasi terkait dengan kondisi kesehatan mereka," ujar Misharti.

Dia mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, program MBG merupakan program yang baik dan ditujukan untuk memberikan manfaat bagi anak-anak.

Karena itu, pelaksanaan program tersebut harus dilakukan secara serius dengan mengikuti seluruh prosedur dan standar operasional yang telah ditetapkan.

Misharti bahkan meminta dapur MBG yang memproduksi makanan untuk sementara dihentikan apabila pelaksanaannya tidak sesuai dengan prosedur.

"Ini tutup dulu, tidak boleh produksi dulu ya. Nggak boleh kayak gini-gini. Kita sama-sama ya, ini sama-sama nih kita mau, kita ingin melancarkan program ini karena ini bagus," tegas Misharti.

Ia mengingatkan agar program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak tersebut jangan sampai terganggu akibat kelalaian atau pelaksanaan yang tidak bertanggung jawab.

"Jangan sampai dirusak oleh yang tidak-tidak bertanggung jawab. Makanya sesuaikan dengan prosedur ya, SOP-nya sesuaikan dengan prosedur semua," tegasnya.

Load More