- Sebanyak 40 orang di SDN 013 Dumai diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis pada Kamis, 13 Agustus 2026.
- KPPG Pekanbaru menonaktifkan kepala SPPG dan mensuspensi penyedia makanan setelah puluhan korban dilarikan ke rumah sakit.
- Badan Gizi Nasional memperketat pengawasan melalui aplikasi harian serta penerapan prosedur pencicipan makanan dua lapis.
SuaraRiau.id - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinonaktifkan imbas puluhan murid dan satu orang guru SDN 013 Buluh Kasap, Kota Dumai diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak 40 orang dilarikan ke RSUD dr Suhatman lantaran mengeluh kondisi kesehatannnya terganggu usai menyantap hidangan MBG, Kamis (13/8/2026) kemarin.
Kepala KPPG Pekanbaru Dr Syartiwidya menyatakan pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru juga men-suspend SPPG yang mensuplai MBG ke sekolah tersebut.
"Kami sudah mengambil tindakan tegas berupa mensuspend SPPG dan menonaktifkan kepala SPPG -nya," ujarnya, Sabtu, (15/8/2026).
Terkait hasil pendalaman yang mereka lakukan terhadap dugaan makanan yang menjadi penyebab anak-anak tersebut mengalami keracunan.
Syartiwidya menjelaskan, pihaknya menduga berasal dari bakso yang disajikan dengan cabai yang menjadi menu saat ini.
"Dugaan sementara itu berasal dari cabai baksonya. Tapi untuk pastinya kami masih menunggu hasil laboratorium," terangnya.
Sementara untuk kondisi anak-anak yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan dirumah sakit, ia menyebut bahwa saat ini sebagian besar sudah diperbolehkan untuk pulang.
Hanya tersisa satu orang lagi yang masih berada di rumah sakit.
"Kalau untuk anak-anak yang sebelumnya sempat mendapat perawatan dirumah sakit sudah pulang semua, hanya tinggal satu orang lagi," ungkap Syartiwidya.
Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, disebutkannya saat ini bahwa BGN sedang berbenah.
Salah satunya penggunaan aplikasi yang harus diisi setiap hari, mulai dari tahapan proses, bagaimana bahan baku, hingga distribusinya.
"Kemudian juga harus dilakukan pencicipan dua lapis. Baik oleh SPPG dan juga ketika tiba di sekolah. Jadi kalau tiba di sekolah sudah tidak bagus. Itu seharusnya tidak boleh didistribusikan lagi," tegasnya.
Sebelumnya, Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan menuturkan kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan tersebut.
"Benar, kami sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang dialami siswa setelah mengonsumsi MBG," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
HUT ke-27 GarudaMiles, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite
-
Razia Hiburan Malam Pekanbaru, Polisi Temukan 2 Orang Positif Narkoba
-
Gajah TNTN yang Baru Lahir Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
-
Oknum Polisi Kuansing Disebut Terlibat Kasus Penipuan hingga Rp500 Juta
-
Daftar 63 Pejabat Pemkot yang Dilantik Wali Kota Pekanbaru