- Sebanyak 81 siswa SMKN 1 Tapung Hulu, Kampar, mengalami dugaan keracunan akibat menu sup ayam Program Makan Bergizi Gratis pada Selasa (18/8/2026).
- Akibat gejala mual, muntah, dan diare, sebanyak 71 korban dirawat di Puskesmas Tapung Hulu dan 10 siswa dilarikan ke rumah sakit di Tandun, Rohul.
- Wakil Bupati Kampar Misharti meninjau langsung lokasi perawatan dan meminta penghentian sementara produksi makanan terkait insiden tersebut.
SuaraRiau.id - Dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialami 81 siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar pada Selasa (18/8/2026).
Puluhan siswa mengeluhkan kesehatannya terganggu setelah menyantap menu MBG berupa sup ayam. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Para siswa mengalami sejumlah keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang dirasakan antara lain mual, muntah, dan diare.
Wakil Bupati Kampar Misharti turun langsung meninjau kondisi para siswa yang menjalani perawatan didampingi Asisten II, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pelayanan, camat, kepala desa, serta Kepala Puskesmas.
"Jadi kami sedang melihat, meninjau terkait dengan keracunan yang dialami oleh anak-anak kita SMK di Tapung Hulu. Dan karena memang lumayan banyak yang korban, jadi sampai ke Puskesmas Tapung ini pelayanan dilakukan di sini," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (19/8/2026).
Misharti yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar mengaku prihatin atas kejadian tersebut.
Menurutnya, program MBG merupakan program yang baik dan ditujukan untuk memberikan manfaat bagi anak-anak.
Misharti mengungkapkan pelaksanaan program MBG harus dilakukan secara serius dengan mengikuti seluruh prosedur dan standar operasional yang telah ditetapkan.
Ia bahkan meminta agar produksi makanan untuk sementara dihentikan apabila pelaksanaannya tidak sesuai dengan prosedur.
"Ini tutup dulu, tidak boleh produksi dulu ya. Nggak boleh kayak gini-gini. Kita sama-sama ya, ini sama-sama nih kita mau, kita ingin melancarkan program ini karena ini bagus," tegas Misharti.
Diketahui, dari 81 siswa tersebut, sebanyak 71 orang mendapat penanganan di Puskesmas Tapung Hulu.
Sementara 10 siswa lainnya dibawa ke rumah sakit di Tandun, Rokan Hulu (Rohul) untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap
-
Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Diminta Lakukan PJJ
-
Napi Narkoba Kabur Kembali Terjadi di Riau, Lapas Pasirpengaraian Jadi Sorotan
-
BRI Junio X MLBB Hadirkan Benefit Menarik Hingga Desember 2026 Lewat Kartu Debit Edisi Khusus
-
Udara Natuna Memburuk Imbas Asap Karhutla