- Partai Komunis Tiongkok merayakan 105 tahun berdirinya pada Juli 2026 sejak dibentuk pertama kali tahun 1921 silam.
- PKT berhasil memimpin transformasi Tiongkok dari kemiskinan menuju ekonomi terbesar kedua dunia melalui berbagai kebijakan pembangunan strategis.
- Konsul Jenderal Tiongkok di Medan menyatakan komitmen PKT mewujudkan kesejahteraan rakyat serta memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.
SuaraRiau.id - Partai Komunis Tiongkok (PKT) memperingati 105 tahun masa berdirinya pada Juli 2026. Lahir 1921 silam, ketika kondisi Tiongkok lama dilanda berbagai krisis, hingga kini memimpin pembangunan modernisasi ala Tiongkok.
Konsul Jenderal Republik Tiongkok di Medan, Huang He menyatakan PKT senantiasa berpegang teguh pada misi awalnya, yaitu mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Tiongkok dan kebangkitan bangsa Tionghoa.
"Dengan misi tersebut, PKT telah memimpin rakyat Tiongkok menempuh jalan menuju kemakmuran bersama serta menciptakan pencapaian yang luar biasa dalam sejarah peradaban manusia," katanya, Kamis (9/7/2026).
Huang He menjelaskan, lebih dari seratus tahun yang lalu, China berada dalam keterpurukan akibat sistem masyarakat semi-kolonial dan semi-feodal.
Kemiskinan, keterbelakangan, perebutan kekuasaan oleh kekuatan militer lokal, perang saudara yang berkepanjangan, serta agresi asing membuat masa depan bangsa berada di ambang kehancuran.
Bahkan Provinsi Shandong, kampung halaman Konfusius, pernah dijadikan bahan tawar-menawar oleh negara-negara besar.
Pada saat yang menentukan itulah PKT lahir. Setelah melalui perjuangan berat selama 28 tahun, partai ini memimpin rakyat Tiongkok menggulingkan imperialisme, feodalisme, dan kapitalisme birokrat, dan mengalahkan agresi militer Jepang.
PKT lantas mendirikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sekaligus mengakhiri lebih dari satu abad penghinaan nasional sejak Perang Candu.
Setelah berdirinya Tiongkok Baru, PKT memimpin rakyat Tiongkok mempertahankan kedaulatan negara sekaligus melaksanakan transformasi sosialis dan pembangunan ekonomi.
Di tengah blokade dan embargo dari Barat, dalam waktu kurang dari tiga puluh tahun Tiongkok berhasil membangun sistem industri dan pertahanan nasional yang mandiri, serta mengembangkan teknologi strategis "Dua Bom dan Satu Satelit", sehingga meletakkan fondasi kokoh bagi kelangsungan hidup dan pembangunan negara serta memperkuat kemampuan Tiongkok dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
Pada tahun 1978, Sidang Pleno Ketiga Komite Sentral PKT ke-11 diselenggarakan, menandai dimulainya era baru reformasi, keterbukaan, dan pembangunan modernisasi sosialis.
Dengan berpegang pada prinsip membebaskan cara berpikir dan mencari kebenaran berdasarkan fakta, PKT memimpin seluruh rakyat bekerja keras sehingga berhasil mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan sosial yang pesat tanpa melakukan penjajahan maupun perampasan terhadap bangsa lain.
"Tiongkok pun berkembang menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia sekaligus negara industri terbesar di dunia," ungkapnya.
Pada tahun 2012, Kongres Nasional ke-18 PKT diselenggarakan dan sosialisme berciri khas Tiongkok memasuki era baru.
Menjelang peringatan seratus tahun berdirinya PKT pada tahun 2020, Tiongkok berhasil menyelesaikan target pengentasan kemiskinan sesuai jadwal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Investasi ORI030 di BRI, Nikmati Kupon Tetap Hingga 7,00% per Tahun
-
Tentang Tiongkok, Sosialisme yang Mengabdi kepada Rakyat
-
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
-
Seret Kemenhut, KPK Dalami Dugaan Alih Fungsi Hutan Lindung Bupati Kuansing
-
Abdul Wahid Dituntut Lebih Berat, Jaksa KPK Beberkan Alasannya