- Plt Gubernur Riau mengunjungi Bangkinang pada Kamis (11/06/2026) untuk membahas optimalisasi pajak kendaraan bermotor bersama pemerintah daerah setempat.
- Pemerintah daerah mencatat 228 ribu kendaraan di Kampar menunggak pajak dengan potensi pendapatan daerah mencapai 60 miliar rupiah.
- Penerapan opsen pajak terbukti meningkatkan pendapatan Kabupaten Kampar sebesar 39 miliar rupiah dibandingkan tahun sebelumnya bagi pembangunan daerah.
SuaraRiau.id - Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto membahas optimalisasi penerimaan pajak untuk untuk membiayai berbagai program pembangunan di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah.
"Jadi kami tadi menyampaikan sama Bapak Bupati Kampar, hari ini kami datang bersama rombongan memberikan data dan informasi terhadap kendaraan yang menunggak di wilayah Kampar," kata SF Hariyanto saat melakukan kunjungan di Bangkinang, Kamis (11/06/2026).
Plt Gubri mengaku bersyukur karena pada tahun 2024, bagi hasil untuk kendaraan Kampar dapat 70 miliar.
Data kendaraan yang masih menunggak pajak diharapkan bisa menjadi dasar bagi Pemkab dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor.
SF Hariyanto menyebut melalui penguatan koordinasi dan penyampaian data kendaraan yang masih menunggak pajak kepada pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama.
Dijelaskannya, penerapan opsen pajak memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah Kampar.
Kenaikan penerimaan tersebut menunjukkan besarnya potensi yang dapat diperoleh apabila kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak terus meningkat.
"Dengan ada opsen pajak ini mendapat 110 miliar. Artinya dapat barokah Kampar sebesar 39 miliar dari 2024-2025 karena ada opsen pajak. Namun demikian, masih ada potensi lagi yang perlu kita gali di sini," ungkap SF Hariyanto.
Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Kampar mencapai ratusan ribu unit dengan tingkat tunggakan yang masih tinggi.
"Terdapat lebih kurang jumlah 500 ribu kendaraan yang ada di Kampar. Dari total tersebut, tapi ada yang menunggak 228 ribu kendaraan yang nilainya berpotensi lebih kurang 60 miliar," terangnya.
Plt Gubernur meminta seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kampar untuk ikut berperan aktif dalam sosialisasi membayar pajak kendaraan kepada masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Datangi Kampar, SF Hariyanto Incar Ratusan Ribu Kendaraan Mati Pajak
-
Heboh 6 Tahanan Kabur saat Tiba di Pengadilan Pekanbaru
-
Di Tengah Ancaman Ekonomi Global, Perbanas Sebut Perbankan Indonesia Masih Tangguh
-
Cari Rumah, Mobil, hingga Liburan? Semua Ada di BRI Consumer Expo 2026
-
Sejumlah Dapur MBG di Siak Berhenti Operasi, Korwil BGN: Dana Belum Masuk