- Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Siak menghentikan operasional distribusi Makanan Bergizi Gratis mulai 10 Juni 2026.
- Penghentian layanan disebabkan keterlambatan pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional yang menghambat proses produksi makanan.
- Keputusan ini berdampak pada terhentinya distribusi makanan bagi ribuan penerima manfaat di wilayah Siak hingga waktu belum ditentukan.
SuaraRiau.id - Sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Siak berhenti beroperasi untuk mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Siak, Lisa Wahari membenarkan peristiwa tersebut.
Dikatakan Lisa, empat SPPG tersebut berada di Kampung Rempak, Kampung Dalam, Sungai Tengah Sabak Auh dan Tualang.
Dia menyebutkan, penyebab empat SPPG itu menghentikan operasionalnya lantaran dana SPPG yang belum masuk.
"Betul, dana SPPG ada yang belum masuk, tetapi tidak merata. Ada yang sudah masuk, ada yang belum," kata Lisa, Kamis (11/6/2026).
Lisa menambahkan, lantaran dana tersebut belum masuk, pihak SPPG untuk sementara waktu menghentikan operasionalnya.
"Yang belum masuk, setop sementara, karena dana talangan tidak diperbolehkan," tambah Lisa.
Dia menjelaskan, dari 58 SPPG di Siak yang sudah berjalan, hanya 4 SPPG yang belum masuk dananya.
"SPPG yang belum masuk dana hanya 4, dari 58 yang sudah running," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Gizi Untuk Rakyat, Harvianto membenarkan penghentian operasional tersebut.
Menurutnya, dapur MBG yang dikelola pihaknya tidak lagi mampu menjalankan produksi dan distribusi makanan karena keterbatasan anggaran operasional.
Keputusan itu disampaikan manajemen SPPG melalui surat pemberitahuan yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah penerima manfaat, PIC sekolah, dan kader Posyandu.
Selama ini menjadi mitra pelaksanaan program MBG di wilayah layanan SPPG Siak Kampung Dalam.
"Benar, hari ini baru mulai stop operasional karena dana operasional dari BGN tidak turun. Surat pemberitahuan juga sudah kami sampaikan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat," ujar Harvianto.
Ia menyampaikan, SPPG Siak Kampung Dalam mulai beroperasi sejak 13 Oktober 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak