Eko Faizin
Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB
Ilustrasi - Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak diselimuti kabut asap pada 2023 lalu. [Suara.com/Alfat Handri]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 1.967 warga Kabupaten Siak terserang ISPA akibat kabut asap karhutla dari 27 Agustus hingga 14 September 2026.
  • Kepala Dinas Kesehatan Siak membagikan 2.940 masker gratis serta mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan.
  • Kepala Manggala Agni Siak menyatakan kabut asap pekat tersebut merupakan kiriman angin selatan akibat karhutla lintas wilayah.

SuaraRiau.id - Sebanyak 1.967 warga di Kabupaten Siak terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seiring kualitas udara yang buruk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Jumlah tersebut merupakan akumulasi kasus ISPA dari 16 Puskesmas di 14 kecamatan yang diperoleh dari data sejak 27 Agustus 2026 hingga 14 September 2026.

"Puncaknya ada pada Senin (31/8/2026), penderita ISPA dalam sehari berjumlah 205. Sedangkan paling rendah ada pada Minggu (30/8/2026), berjumlah 13," ujar Kepala Dinas Kesehatan Siak dr Handry.

Sementara penderita ISPA pada Senin (14/9/2026) berjumlah 110. Jumlah tersebut melonjak setelah sebelumnya melandai, namun tetap masih tinggi yaitu 96 pada Minggu (13/9/2026).

Handry menjelaskan pihaknya sudah membagikan 2.940 masker gratis kepada masyarakat. Sedangkan stok masker yang tersedia 119.500 lembar.

"Kami juga akan kembali membagikan masker kepada masyarakat, karena persediaan masker memang masih cukup banyak," ujarnya.

Handry juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, dengan menggunakan masker ketika berada di luar rumah, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Warga juga diminta menghindari asap rokok, meningkatkan daya tahan tubuh, dan segera ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk.

Kabut Asap Pekat di Siak Kiriman dari Selatan

Kabut asap pekat yang menyelimuti Siak disebut merupakan kiriman angin dari dampak karhutla di selatan Sumatera.

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera VI Siak, Ihsan Abdillah menjelaskan berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer saat ini, arah angin bergerak dari selatan ke utara.

Padahal beberapa lokasi kebakaran di Siak sudah padam dan kebakaran relatif tidak terlalu luas. Sementara aktivitas karhutla dan titik panas (hotspot) di bagian selatan Pulau Sumatera masih cukup tinggi.

"Arah angin kita saat ini, antara bulan Januari sampai Mei bergerak dari utara menuju selatan. Sementara itu, Juni hingga Desember arah angin bergerak dari selatan ke utara. Otomatis kebakaran dari daerah selatan asapnya ke Kabupaten Siak dan ini bisa kita lihat melalui Asmc (Asean Specialised Meteorological Centre)," ujar Ihsan, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, untuk menentukan sumber asap secara ilmiah, harus dilihat secara bersama-sama antara hotspot, luas kebakaran, citra satelit, arah angin, dan dinamika atmosfer.

"Karhutla merupakan persoalan lintas wilayah. Asap karhutla bergerak mengikuti dinamika atmosfer," tegas Ihsan.

Load More