- Sebanyak 1.967 warga Kabupaten Siak terserang ISPA akibat kabut asap karhutla dari 27 Agustus hingga 14 September 2026.
- Kepala Dinas Kesehatan Siak membagikan 2.940 masker gratis serta mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan.
- Kepala Manggala Agni Siak menyatakan kabut asap pekat tersebut merupakan kiriman angin selatan akibat karhutla lintas wilayah.
SuaraRiau.id - Sebanyak 1.967 warga di Kabupaten Siak terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seiring kualitas udara yang buruk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jumlah tersebut merupakan akumulasi kasus ISPA dari 16 Puskesmas di 14 kecamatan yang diperoleh dari data sejak 27 Agustus 2026 hingga 14 September 2026.
"Puncaknya ada pada Senin (31/8/2026), penderita ISPA dalam sehari berjumlah 205. Sedangkan paling rendah ada pada Minggu (30/8/2026), berjumlah 13," ujar Kepala Dinas Kesehatan Siak dr Handry.
Sementara penderita ISPA pada Senin (14/9/2026) berjumlah 110. Jumlah tersebut melonjak setelah sebelumnya melandai, namun tetap masih tinggi yaitu 96 pada Minggu (13/9/2026).
Handry menjelaskan pihaknya sudah membagikan 2.940 masker gratis kepada masyarakat. Sedangkan stok masker yang tersedia 119.500 lembar.
"Kami juga akan kembali membagikan masker kepada masyarakat, karena persediaan masker memang masih cukup banyak," ujarnya.
Handry juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, dengan menggunakan masker ketika berada di luar rumah, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Warga juga diminta menghindari asap rokok, meningkatkan daya tahan tubuh, dan segera ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk.
Kabut Asap Pekat di Siak Kiriman dari Selatan
Kabut asap pekat yang menyelimuti Siak disebut merupakan kiriman angin dari dampak karhutla di selatan Sumatera.
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera VI Siak, Ihsan Abdillah menjelaskan berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer saat ini, arah angin bergerak dari selatan ke utara.
Padahal beberapa lokasi kebakaran di Siak sudah padam dan kebakaran relatif tidak terlalu luas. Sementara aktivitas karhutla dan titik panas (hotspot) di bagian selatan Pulau Sumatera masih cukup tinggi.
"Arah angin kita saat ini, antara bulan Januari sampai Mei bergerak dari utara menuju selatan. Sementara itu, Juni hingga Desember arah angin bergerak dari selatan ke utara. Otomatis kebakaran dari daerah selatan asapnya ke Kabupaten Siak dan ini bisa kita lihat melalui Asmc (Asean Specialised Meteorological Centre)," ujar Ihsan, Selasa (15/9/2026).
Ia menjelaskan, untuk menentukan sumber asap secara ilmiah, harus dilihat secara bersama-sama antara hotspot, luas kebakaran, citra satelit, arah angin, dan dinamika atmosfer.
"Karhutla merupakan persoalan lintas wilayah. Asap karhutla bergerak mengikuti dinamika atmosfer," tegas Ihsan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk
-
Riau Masih Dikepung Asap, Apa Kabar Janji Prabowo Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda?
-
Komitmen BRI Perkuat Ekosistem Olahraga Usai Raih Penghargaan 2026
-
Polisi Tangkap Sindikat Pemalsuan SIM di Siak dan Pekanbaru, Terungkap Modusnya
-
Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap