- Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Siak menghentikan operasional distribusi Makanan Bergizi Gratis mulai 10 Juni 2026.
- Penghentian layanan disebabkan keterlambatan pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional yang menghambat proses produksi makanan.
- Keputusan ini berdampak pada terhentinya distribusi makanan bagi ribuan penerima manfaat di wilayah Siak hingga waktu belum ditentukan.
Selama delapan bulan berjalan, dapur MBG tersebut melayani sekitar 2.000 lebih penerima manfaat. Mereka terdiri dari peserta didik dan kelompok sasaran lainnya.
"Ya, mulai running pada 13 Oktober 2025 dan selama ini melayani sekitar 2.000 an penerima manfaat," sebut Harvianto.
Dalam surat pemberitahuan bernomor 001/YGUR/SPPGKPD/VI/2026 disebutkan bahwa manajemen SPPG Siak Kampung Dalam menghentikan operasional hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
Kondisi tersebut dipicu karena anggaran yang tersedia saat ini tidak mencukupi untuk menutup biaya produksi, bahan baku, dan distribusi makanan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.
Selain itu, keterbatasan anggaran disebut terjadi akibat keterlambatan pencairan dana. Manajemen SPPG menyatakan tidak ingin memaksakan distribusi makanan jika harus mengurangi kualitas maupun porsi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
"Karena dana belum tersedia, kami tidak dapat memaksakan distribusi dengan mengurangi kualitas atau porsi makanan. Kami memilih menghentikan sementara sampai kondisi anggaran memungkinkan," terang Harvianto.
Akibat penghentian operasional tersebut, distribusi MBG yang seharusnya dilakukan mulai 10 Juni 2026 tidak dapat dilaksanakan.
Pihak pengelola berharap pencairan dana dapat segera terealisasi sehingga layanan pemenuhan gizi bagi ribuan penerima manfaat dapat kembali berjalan.
Harvianto juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh sekolah dan penerima manfaat atas terhentinya program tersebut.
Ia memastikan pihaknya akan segera memberikan informasi lanjutan apabila persoalan pendanaan telah terselesaikan dan operasional dapur dapat kembali dibuka.
"Kami berharap persoalan ini segera mendapat solusi sehingga pelayanan kepada masyarakat dan anak-anak penerima manfaat bisa kembali berjalan seperti biasa," tutupnya.
Kontributor : Alfat Handri
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!
-
Merasa Difitnah, Ketua DPRD Siak Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik
-
Harga Sawit Riau Nanjak Lagi, Dihargai Rp3.913 per Kg Periode Ini