- Pemkab Rokan Hulu memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh hingga 16 September 2026 akibat kabut asap karhutla.
- Dinas Kesehatan Rokan Hulu mencatat 1.860 kasus ISPA, dengan 931 kasus terjadi pada kelompok balita hingga remaja.
- Orang tua diminta memastikan anak tetap berada di rumah selama masa pembelajaran jarak jauh untuk menjaga kesehatan.
SuaraRiau.id - Pemkab Rokan Hulu (Rohul) kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Rabu (16/9/2026).
Kebijakan meliburkan sementara sekolah PAUD hingga SMP diambil seiring wilayah Rohul yang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohul, Alreza Ahyu menyatakan Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Rohul Nomor 28 Tahun 2026, tertanggal 15 September 2026.
"SE Bupati Rohul Nomor 28 Tahun 2026 sudah kita sebarkan ke Kordik Kecamatan dan Kepala Satuan Pendidikan Paud, SD dan SMP Negeri/Swasta se Rohul," jelasnya.
Alreza menuturkan, kegiatan PPJ atau daring dari rumah yang diterapkan Selasa (15/9/2026) diperpanjang hingga Rabu (16/9/2026) dan tidak diperkenankan menghadirkan siswa ke sekolah.
Lebih lanjut, ia mengungkapkab Pemkab Rohul meminta satuan pendidikan memastikan PJJ tetap berjalan efektif dan tidak membebani peserta didik.
Pembelajaran dari rumah harus disesuaikan dengan kondisi siswa sehingga proses belajar tetap berlangsung tanpa menambah beban di tengah kondisi kabut asap.
Alreza berharap, agar Kepala Satuan Pendidikan di Rohul agar memastikan kegiatan PJJ berjalan secara efektif dan sebagaimana mestinya serta tidak membebani peserta didik.
Kebijakan Pemkab Rohul tersebut harus dipatuhi seluruh satuan pendidikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap terhadap peserta didik.
Orang tua atau wali murid diminta memastikan anak tetap berada di rumah serta tidak bermain atau melakukan kegiatan di luar rumah.
"Yang paling penting, kita sama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak. Selama PJJ ini, kami berharap orang tua dapat memastikan anak tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar," katanya.
Menurut Alreza, selama PJJ berlangsung, siswa diharapkan tetap mengikuti pembelajaran dari rumah dan menghindari aktivitas di luar ruangan.
Kasus ISPA di Rokan Hulu meningkat
Sementara itu kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Rokan Hulu mencapai 1.860 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 931 kasus terjadi pada kelompok balita hingga remaja.
Data tersebut didapat dalam kurun waktu tiga minggu, atau sejak 25 Agustus 2026 hingga 14 September 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak
-
Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja