- Tersangka Jeni Rahmadial Fitri diserahkan ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru.
- Mantan Puteri Indonesia Riau 2024 tersebut ditahan selama 20 hari ke depan.
- Jeni mengungkapkan kondisi mentalnya di tengah derasnya pemberitaan.
SuaraRiau.id - Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau resmi menyerahkan tersangka Jeni Rahmadial Fitri beserta barang bukti (tahap II) kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Selasa (9/6/2026).
Perempuan yang dikenal sebagai eks Puteri Indonesia Riau 2024 itu langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pekanbaru selama 20 hari ke depan guna kepentingan proses penuntutan.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru, Mey Ziko, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima dua berkas perkara yang ditangani oleh Subdit I dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau.
"Hari ini telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Riau kepada Kejari Pekanbaru. Kami menerima dua perkara," ujarnya, Selasa (9/6/2026)
Ziko menambahkan, setelah masa penahanan berakhir, perkara tersebut akan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan dengan melibatkan tiga orang jaksa penuntut umum.
"Setelah 20 hari ke depan, perkara ini akan kami limpahkan ke persidangan," jelasnya.
Di sisi lain, Jeni Rahmadial Fitri mengaku kondisi mentalnya tengah terguncang akibat derasnya pemberitaan dan perhatian publik terhadap kasus yang menjeratnya.
"Untuk mental, saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Banyaknya pemberitaan yang viral membuat saya belum siap," ungkap Jeni.
Meski demikian, dia berkomitmen untuk menjalani seluruh proses hukum hingga tuntas dan berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam hidupnya.
"Saya harus tetap sehat menjalani proses ini sampai putusan sidang nanti. Saya berharap ini menjadi pembelajaran yang mengubah pola pikir saya," katanya.
Terkait bisnis klinik kecantikan yang dikelolanya, Jeni menjelaskan usaha tersebut dirintis sejak 2019 setelah mengikuti pelatihan di Jakarta.
Dia menegaskan keputusan membuka klinik merupakan inisiatif pribadi, meskipun sempat mendapat dukungan investor dalam waktu terbatas.
Namun, saat disinggung mengenai dugaan penggunaan sertifikat asli maupun palsu, Jeni memilih tidak memberikan komentar.
"Soal sertifikat, saya no comment," singkatnya.
Jeni juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan tulang punggung keluarga sejak kecil.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
PNM Temukan Potensi Besar dari Anak-anak Nasabah PNM Mekaar
-
Pasokan Gas Terbatas, Pekanbaru Terancam Pemadaman Listrik Bergilir hingga 4 Jam
-
PLN Berlakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Pekanbaru Mulai 26 Oktober
-
Operasi Lancang Kuning 2026 Resmi Digelar, Ini 10 Pelanggaran yang Disasar
-
Pemutihan Denda Pajak di Pekanbaru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026