- PNM hadir dalam pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.
- Cerita itu dirasakan langsung oleh nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat.
- Dia sekarang bisa membantu ekonomi keluarga dan kebutuhan sehari-hari.
SuaraRiau.id - Ada satu hal yang sering kali luput ketika kita berbicara tentang pemberdayaan masyarakat kecil yaitu mereka sebenarnya tidak kekurangan semangat bekerja, namun yang sering hilang adalah rasa dipercaya.
Banyak perempuan pengusaha ultra mikro menjalani hidup dalam ruang yang sempit. Penghasilan terbatas, usahanya kecil, aset nyaris tidak ada.
Mereka hidup dari keuntungan harian yang kadang hanya cukup untuk membeli bahan makanan. Namun di tengah keterbatasan itu, mereka tetap bangun paling pagi dan istirahat paling akhir demi menjaga dapur tetap menyala.
Ironisnya, kelompok yang bekerja paling keras ini justru sering menjadi kelompok yang paling sulit mendapatkan kepercayaan.
Dalam sistem keuangan formal, kepercayaan kerap diterjemahkan dalam bentuk angka dan jaminan. Untuk mendapatkan akses pembiayaan, seseorang diminta menunjukkan aset, agunan, histori keuangan, hingga kemampuan administrasi yang baik.
Sementara bagi usaha ultra mikro, jangankan memiliki jaminan, banyak dari mereka bahkan masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di titik inilah masyarakat kecil sering kalah sebelum benar-benar diberi kesempatan.
Bukan karena mereka tidak memiliki kemauan untuk berkembang, tetapi karena mereka tidak memiliki sesuatu yang dianggap layak untuk dipercaya.
Padahal bagi pengusaha ultra mikro, akses pembiayaan tanpa jaminan bukan sekadar fasilitas keuangan, namun bentuk pengakuan bahwa mereka dianggap mampu, kerja keras mereka bernilai, dan mereka memiliki peluang untuk tumbuh meski hidup dalam keterbatasan.
Cerita itu dirasakan langsung oleh Sri Aryanti Nurafiah, nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat.
Sebagai ibu rumah tangga, Yanti awalnya hanya ingin membantu perekonomian keluarga karena merasa penghasilan suaminya belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berbekal sedikit kemampuan membuat gantungan kunci, ia memiliki keinginan membuka usaha kriya.
Namun seperti banyak pengusaha ultra mikro lainnya, keterbatasan modal membuat langkah itu sempat dipenuhi keraguan.
"Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang," ujarnya.
Hingga pada tahun 2022, PNM hadir memberikan akses pembiayaan usaha. Modal yang diterima Yanti langsung digunakan untuk membeli bahan baku usaha.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Di Balik Pembiayaan dan Pemberdayaan yang Mengubah Kehidupan
-
34 Perusahaan Buka Lowongan Kerja dalam Job Fair 2026 di Pekanbaru
-
Bupati Siak Tunjuk Robi Junipa Jadi Direktur PT Bumi Siak Pusako
-
Bukan di Hotel, Duit Rp300 Juta Diserahkan di Rumah SF Hariyanto
-
RANS Entertainment Bikin Acara di Pekanbaru, Hadirkan Hiburan hingga Pariwisata