- Sidang lanjutan kasus Abdul Wahid mengungkap pengakuan berbeda.
- Plt Kepala Dinas PURP Riau menyebut uang Rp300 juta diserahkan di hotel.
- Namun, terdakwa menyampaikan uang itu diberikan di rumah SF Hariyanto.
SuaraRiau.id - Sidang Abdul Wahid pada Rabu (20/5/2026), mengungkap pengakuan berbeda antara saksi Plt Kepala Dinas PUPR Riau Thomas Larfo Dimeira dan terdakwa mantan Kepala Dinas PUPR Riau Arief Setiawan.
Perbedaan tersebut terkait lokasi penyerahan uang Rp300 juta yang disebut atas perintah SF Hariyanto untuk perbaikan rumah dinas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
Saat sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Thomas mengaku pernah diperintahkan oleh SF Hariyanto untuk meminta uang Rp300 juta kepada Arief Setiawan.
"Waktu itu saya diperintahkan Pak SF Hariyanto untuk meminta uang kepada Pak Arief," kata Thomas dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com
Thomas menyampaikan. permintaan tersebut kepada Arief Setiawan, uang kemudian disiapkan dan dimasukkan ke dalam goodie bag. Dia menyebut penyerahan uang dilakukan di Hotel Pangeran.
Thomas mengaku datang bersama Arief Setiawan dan di lokasi tersebut sudah ada Kapolda Riau, SF Hariyanto dan sejumlah pihak yang sudah menunggu.
Namun, pernyataan Thomas langsung dibantah oleh Arief Setiawan.
Ia menegaskan bahwa lokasi penyerahan uang Rp300 juta tersebut bukan di Hotel Pangeran sebagaimana disampaikan Thomas dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
"Saya menyampaikan bahwa uang Rp300 juta itu diserahkan di kediaman Pak Wagub SF Hariyanto, bukan seperti di BAP Thomas di Hotel Pangeran," tegas Arief.
Arief juga mengaku mengetahui kedekatan hubungan antara Thomas dengan SF Hariyanto. Dia meminta seluruh pihak yang memberikan keterangan di persidangan untuk bersikap jujur.
"Saya tahu hubungan Thomas Larfo dengan Wagub, namun saya ingin kita semua jujur," ujar Arief.
Fakta lain yang ikut mencuat dalam persidangan adalah pengakuan Thomas bahwa dirinya tidak pernah menerima perintah langsung dari Abdul Wahid terkait permintaan pungutan uang kepada kepala dinas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Antrean BBM di Riau Tak Kunjung Reda, SF Hariyanto Panggil Pertamina
-
Heboh Kebakaran di Gedung Kejati Riau, 5 Mobil Pemadam Dikerahkan
-
Siak Diguyur Investasi Rp1,6 Triliun, Diklaim Serap 700 Tenaga Kerja Anak Muda
-
Kabut Asap Tak Hanya Ganggu Belajar, Anak-anak di Pekanbaru Terserang Demam
-
Kabut Asap, 3 Pesawat Tujuan Bandara Pekanbaru Sempat Berputar-putar di Langit