- Empat debt collector ditangkap usai diduga melakukan pengeroyokan di Pekanbaru.
- Selain menganiaya, gerombolan ini juga memeras korban dengan dalih biaya penarikan.
- Polisi masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya.
SuaraRiau.id - Empat debt collector ditangkap usai diduga melakukan pemerasan dan pengeroyokan terhadap seorang korban sebuah kedai kopi di Jalan Belimbing, Pekanbaru pada Sabtu (25/4/2026).
Dirkrimum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua mengungkapkan, para pelaku menggunakan modus menghentikan kendaraan di jalan, kemudian meminta uang ke korban dengan dalih biaya penarikan.
"Dari hasil penyelidikan, kami telah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan dan pemerasan tersebut. Modusnya menghentikan kendaraan, lalu meminta uang kepada korban," jelas Hasyim melansir Riauonline--jaringan Suara.com.
Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan empat pelaku berinisial AD, DO, DA, dan HS. Sementara itu, beberapa pelaku lain masih dalam pengejaran dan pengembangan.
Dia menuturkan jika pengangkapan gerombolan debt collector ini merupakan hasil kerja cepat tim gabungan Resmob Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru.
Kombes Hasyim menjelaskan, kejadian bermula saat kendaraan milik seorang debitur diberhentikan secara paksa oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector dari perusahaan pembiayaan.
Tidak hanya menguasai kendaraan, para pelaku juga diduga meminta sejumlah uang kepada korban. Situasi memanas ketika pihak pendamping hukum korban mencoba melakukan mediasi dan meminta kendaraan dikembalikan.
Korban kemudian mengalami pengeroyokan hingga mengalami luka di bagian kepala.
Hasyim menegaskan, tidak ada mekanisme penarikan kendaraan oleh pihak pembiayaan yang dibenarkan dilakukan secara paksa di jalan, terlebih disertai tindakan kekerasan.
"Ini kami tegaskan, penarikan kendaraan tidak boleh dilakukan secara paksa di jalan, apalagi dengan kekerasan. Tindakan seperti ini merupakan tindak pidana dan akan kami tindak tegas," tegasnya.
Barang bukti yang diamankan berupa satu unit mobil Toyota Fortuner yang sebelumnya dikuasai para pelaku.
Polda Riau menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap praktik premanisme berkedok penagihan utang yang meresahkan masyarakat.
Hasyim mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan praktik serupa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Wanita Pemula, Trendy Dipakai Harian
-
Luas Karhutla 2026 Sudah Capai 52 Ribu Hektare, Riau Salah Satu Terbesar
-
Rombongan Pertama Calon Haji asal Pekanbaru Berangkat ke Tanah Suci
-
Menteri Hanif Datangi TPA Muara Fajar Pekanbaru Lihat Teknologi Methane Capture
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Group Perluas Inklusi Keuangan hingga Akar Rumput