- Kasus kerusuhan buntut isu peredaran narkoba di Panipahan masih menjadi sorotan.
- Bahkan pernyataan Kabid Humas Polda Riau minta warga menyerahkan diri menuai polemik.
- Seiring berjalannya waktu, Polda Riau meralat dan meminta maaf terkait pernyataannya.
SuaraRiau.id - Polda Riau melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad meminta pihak-pihak yang terlibat perusakan di Panipahan, Rokan Hilir untuk segera menyerahkan diri.
Hal tersebut disampaikan Pandra menyusul aksi unjuk rasa ratusan warga di Panipahan terkait dugaan peredaran narkoba yang berujung ricuh pada Jumat (10/4/2026) lalu.
"Kami mengimbau kepada para pelaku yang melakukan tindakan provokatif dan pengrusakan bangunan milik masyarakat agar segera menyerahkan diri. Ini negara hukum, tindakan anarkis tidak dibenarkan," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.
Dalam insiden tersebut, sedikitnya empat unit kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan, selain sejumlah perabotan rumah tangga yang turut dihancurkan dan dibakar oleh massa.
Terkait dugaan bahwa rumah tersebut merupakan tempat aktivitas peredaran narkoba, pihak kepolisian memastikan akan melakukan penyelidikan secara bertahap dan profesional.
"Terkait dugaan rumah bandar narkoba, akan kami lakukan penyelidikan. Jika memang terbukti, tentu akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu," sebut Pandra.
Namun, pernyataan Kabid Humas yang mengimbau warga untuk menyerahkan diri mempertanggungjawabkan tindakan perusakan tersebut menuai polemik.
Pandra lantas meluruskan pernyataan yang sebelumnya sempat memicu polemik di tengah masyarakat. Melalui video yang diunggah, ia menyampaikan klarifikasinya.
Dia menegaskan, ralat tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen keterbukaan institusi kepada publik.
"Klarifikasi dan ralat ini kami sampaikan sebagai wujud transparansi dan tanggung jawab kepada masyarakat, sekaligus untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," jelas Pandra di akun Facebook Humas Polda Riau, Jumat (17/4/2026).
Pandra juga mengungkapkan bahwa Kapolda Riau memberikan perhatian serius terhadap dinamika yang terjadi.
Bahkan, Kapolda turun langsung ke Panipahan untuk meredam situasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Menurut Pandra, langkah ralat ini penting dilakukan agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Polda Riau ingin memastikan komunikasi yang terbangun tetap jernih dan tidak memperkeruh suasana. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi hukum serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Lancang Kuning.
"Mari kita bersama-sama menjaga marwah ini, melindungi tuah dan menjaga marwah, khususnya di wilayah Riau," tegas Pandra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun
-
Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla