- Seorang pria di Bengkalis tewas mengenaskan usai dibacok anak kandung.
- Korban ditemukan tak bernyawa dengan luka bacok di bagian kepala dan leher.
- Kronologi peristiwa tragis bermula dari pertengkaran antara korban dan istrinya.
SuaraRiau.id - Seorang pria bernama Rijal Pasaribu (47) ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya usai dianiaya oleh anak kandungnya sendiri di Kabupaten Bengkalis, Selasa (7/4/2026).
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menjelaskan saat petugas tiba di lokasi menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan luka bacok serius di bagian kepala dan leher.
"Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka berat akibat senjata tajam. Bahkan luka di bagian leher korban hampir putus, yang menjadi penyebab utama kematian di tempat," katanya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (8/4/2026).
Kronologi peristiwa tragis itu bermula dari pertengkaran antara korban dan istrinya pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.
Pertengkaran tersebut dipicu oleh permintaan uang dari korban yang berujung cekcok. Usai pertengkaran, istri korban pergi ke ladang, meninggalkan korban bersama anak mereka di rumah.
Situasi itulah yang diduga menjadi awal mula terjadinya aksi nekat pelaku. Saat itu, korban tengah tertidur di dalam kamar.
Fahrian menjelaskan, pelaku berinisial RM (19), merupakan anak kandung korban diduga melakukan pembunuhan sekitar pukul 13.00 WIB.
Pelaku kemudian mengambil sebilah parang dari gudang rumah dan langsung menyerang korban secara brutal.
Tanpa ampun, pelaku membacok korban berkali-kali, terutama pada bagian kepala dan leher. Serangan bertubi-tubi itu membuat korban tidak berdaya dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka yang sangat parah.
Hasil visum sementara menunjukkan adanya sejumlah luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada korban. Selain itu, ditemukan pula indikasi patah tulang pada tengkorak dan leher akibat kerasnya serangan.
Pihak kepolisian juga telah melakukan berbagai langkah, mulai dari olah TKP, mengumpulkan barang bukti, hingga memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik peristiwa tragis tersebut.
"Hingga saat ini motif pasti masih kami dalami. Namun dugaan sementara mengarah pada konflik keluarga yang memicu tindakan kekerasan," tegas Fahrian.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Karyawan di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau saat Cari Sinyal HP
-
Polda Riau Resmi Ganti Dua Pejabat Utama dan 4 Kapolres
-
OTT Pejabat Pemkab, Polres Siak Dibanjiri Papan Bunga Ucapan Selamat
-
Pemprov Riau Imbau ASN Pria Antar Anaknya ke Sekolah di Hari Pertama
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King