- Satreskrim Polres Siak menangkap Kepala Dinas Perhubungan Siak berinisial J dalam operasi tangkap tangan pada Jumat, 10 Juli 2026.
- Tersangka diduga melakukan pemerasan senilai Rp15 juta kepada pemenang proyek transportasi air Desa Teluk Lanus tahun anggaran 2026.
- Polisi telah menahan tersangka dan menyita sejumlah barang bukti guna menjeratnya dengan undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi.
SuaraRiau.id - Satreskrim Polres Siak mengamankan seorang pejabat tinggi daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah tersebut, Jumat (10/7/2026) sore.
Pejabat tersebut diketahui merupakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Siak berinisial J alias A (52), yang diduga meminta sejumlah uang kepada pemenang proyek pengadaan jasa sewa sarana transportasi air untuk Desa Teluk Lanus Tahun Anggaran 2026.
Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos P menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya dugaan penyerahan uang kepada seorang kepala dinas.
"Setelah menerima informasi, tim langsung memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan pembuntutan," ujar Kosmos, Minggu (12/7/2026)
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa seorang perempuan berinisial AS, selaku Direktur CV Shift of Marine dan pemenang proyek, dihubungi oleh tersangka melalui pesan WhatsApp.
"Dalam komunikasi tersebut, tersangka meminta uang sebesar Rp25 juta setelah pencairan uang muka proyek," ungkapnya.
Pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, korban mencairkan uang muka proyek sebesar Rp165 juta di Bank Riau Kepri.
Tak lama berselang, korban kemudian menemui Kadishub di kediamannya di Jalan Sutomo, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak.
Namun karena keterbatasan, korban hanya menyerahkan uang sebesar Rp15 juta. Penyerahan uang tersebut diduga dilakukan karena adanya tekanan, mengingat tersangka memiliki kewenangan sebagai Pengguna Anggaran (PA) dalam proyek tersebut.
"Korban merasa terpaksa memberikan uang karena khawatir terhadap kelangsungan operasional proyeknya," jelas Kasat.
Tim Tipidkor yang telah melakukan pemantauan sejak awal kemudian mengamankan korban untuk dimintai keterangan. Dari pengakuan korban, diketahui uang itu baru saja diserahkan kepada J.
Tim kemudian bergerak cepat menuju kediaman Kadishub Siak.
Saat dilakukan konfrontasi, tersangka mengakui telah menerima uang sebesar Rp15 juta dan menunjukkan langsung uang tersebut kepada petugas.
Dalam OTT tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai Rp15 juta, uang Rp50 juta, satu unit sepeda motor RX King, tas ransel, serta dua unit telepon genggam.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka aktif meminta uang sejak proses pencairan hingga memastikan dana tersebut telah diterima korban," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW