- Pemkab Kuansing berencana membuat kebijakan retribusi sebesar Rp20 per kg kelapa sawit.
- Pungutan terhadap kelapa sawit itu untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
- Hasil retribusi bisa digunakan untuk memperbaiki jalan rusak dan membangun fasilitas umum.
SuaraRiau.id - Pemkab Kuansing mewacanakan pungutan retribusi sawit sebesar Rp20 per kilogram yang dikelola oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah tersebut.
Bupati Kuansing Suhardiman Amby menyatakan, jika dikalikan dengan jutaan ton produksi sawit di Kuansing, hasilnya sekitar Rp240 miliar per tahun untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Wajar jika Pabrik Kelapa Sawit ikut menyumbang untuk pembangunan daerah. Mereka menggunakan jalan kita setiap hari," ujarnya kepada media.
Bupati Suhardiman menuturkan jika retribusi sebesar Rp20 per kg nanti diambil dari PKS yang beroperasi di Kuansing, bukan dari individu petani.
Pabrik sebagai entitas bisnis besar dinilai memiliki kewajiban moral dan finansial untuk berkontribusi lebih bagi daerah tempat mereka mencari keuntungan.
Setiap hari, ratusan truk pengangkut buah sawit (TBS) dan minyak sawit mentah (CPO) melintasi di jalanan Kuansing.
Beban berat dari truk-truk ini menjadi penyebab utama rusaknya aspal jalan kabupaten yang dibangun menggunakan uang rakyat (APBD).
Intinya, jika mereka ikut memakai jalan di Kuansing, maka mereka juga harus ikut merawatnya melalui retribusi ini.
Nantinya, hasil retribusi tersebut bisa digunakan Pemkab untuk memperbaiki jalan rusak dan membangun fasilitas umum tanpa harus terus-menerus mengemis bantuan dari pusat.
Retribusi terhadap kelapa sawit Rp20 per kg rencananya akan diatur melalui Perda penggunaan jalan sebagai aset daerah.
Pemkab Kuansing akan lakukan sosialisasi kepada PKS di wilayahnya dengan target kebijakan sudah berjalan pada Mei 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Kepanikan Petani Sawit
-
Bareskrim Polri Selidiki Blackout Sumatera, Bawa Barang Bukti ke Puslabfor
-
Sopir Truk MinyaKita Tewas Diikat, Kepala Dilakban Ternyata Dihabisi Rekan