- GPPI berkolaborasi dengan BPDP dalam sektor perkebunan berbasis gender.
- Pelatihan dan penguatan kapasitas perempuan pelaku usaha digelar di Pekanbaru.
- Pengusaha perempuan sektor perkebunan diharapkan mampu bersaing di pasar luas.
SuaraRiau.id - Peran perempuan dalam mengembangkan produk turunan kelapa sawit dinilai semakin penting dalam mendorong ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.
Melalui berbagai pelatihan dan penguatan kapasitas, perempuan pelaku usaha atau Pengarusutamaan Gender (PUG) didorong agar mampu mengolah komoditas sawit menjadi produk pangan maupun kebutuhan rumah tangga yang bernilai ekonomi.
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Pusat, Dr Ir Hj Delima Hasri Azahari MS menegaskan, penguatan kapasitas perempuan pengusaha di sektor perkebunan perlu terus dilakukan agar mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Delima menjelaskan, pelaku usaha perempuan tidak dapat bergerak sendiri dalam mengembangkan usahanya.
Kolaborasi serta penguatan jejaring menjadi kunci penting untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.
"Kita ingin mereka tidak hanya bermain di pasar provinsi, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu kapasitas dan networking harus diperkuat," ujarnya.
Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan Reza Harry Bastian mengatakan peningkatan kapasitas pelaku usaha wanita perkebunan untuk PUG menjadi langkah penting dalam mengembangkan potensi oleofood sebagai sumber nilai tambah ekonomi keluarga.
"Bidang oleofood memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi inovasi produk, kualitas pengolahan hingga pemasaran. Kegiatan ini bukan sekadar forum berbagi ilmu, tetapi juga ruang kolaborasi dan penguatan jejaring antar pelaku usaha," jelas Reza.
Sebagaimana diketahui, GPPI Riau menggelar workshop peningkatan kapasitas pelaku usaha wanita perkebunan untuk ketahanan pangan keluarga di bidang oleofood yang berlangsung di Ballroom Hotel Khas Pekanbaru, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan serta pengembangan usaha mikro berbasis komoditas perkebunan.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan bahwa BPDP mendukung kegiatan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"BPDP mensupport kegiatan seperti ini, tetapi harus benar-benar real. Bukan hanya ajang berkumpul ibu-ibu, melainkan menjadi wujud nyata pemberdayaan perempuan," ujarnya.
Helmi menjelaskan program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai manfaat komoditas perkebunan seperti sawit, kakao, dan komoditas lainnya yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
"Ini juga bagian dari promosi kebaikan sawit dan komoditas lain yang bisa menunjang kesejahteraan ibu-ibu. BPDP sebagai BLU Kementerian Keuangan, mendukung pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi sebagai bagian dari upaya mendorong program pertumbuhan ekonomi 8 persen Presiden Prabowo," ulasnya.
Mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala Bidang Produksi Perkebunan Dinas Perkebunan Riau Vera Virgianti menyambut baik kegiatan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW
-
Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla