RSUD Tengku Rafian Siak, salah satu tempat PSU. [Ist]
Baca 10 detik
- Sejumlah dokter spesialis di RSUD Tengku Rafian Siak mengancam mogok kerja.
- Hal tersebut lantaran uang kelangkaan profesi belum dibayarkan Pemkab Siak.
- Pemkab beralasan tunjangan profesi belum dibayar karena efisiensi anggaran.
Dokter Handry mengarahkan untuk bertanya kepada para dokter yang mogok atau ke Kabid Pelayanan di RSUD jika ingin tahu kronologis mogoknya para dokter spesialis.
"Kalau kronologi sebaiknya nanya ke pihak yang mogok oleh dokter spesialisnya atau ke Kabid Pelayanan RSUD-nya," jawabnya melalui pesan Whatsapp, Selasa (17/3/2026).
Namun, dr Handry memastikan bahwa pelayanan di RSUD tetap berjalan dengan baik.
"Kalau pelayanan tak ada masalah hari ini tetap dilaksanakan oleh dokter yang stanby," sebutnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Siak, Khamariah dan Kabid Yankes RSUD Siak kompak memilih bungkam saat dikonfirmasi.
Kontributor : Alfat Handri
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
Pria di Bengkalis Tersangka Perambahan Hutan 20 Ha, Sebagian untuk Tanam Sawit
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak