- Beasiswa PKH yang menjadi program Pemkab Siak menjadi sorotan.
- Hal itu bermula dari rencana penghapusan beasiswa mulai tahun 2026.
- Penghentian beasiswa PKH 2026 ini lantas memicu tanggapan beragam.
SuaraRiau.id - Ketua PDI Perjuangan Siak, Irving Kahar Arifin ikut memanggapi soal kabar penghapusan Beasiswa Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilakukan Pemkab Siak di tahun 2026.
Irving mengatakan, penganuliran beasiswa PKH untuk 2026 harus benar-benar dikaji secara mendalam dan transparan.
"Sebaiknya Beasiswa PKH betul-betul dikaji dan transparansi dalam melakukan penganulirannya," katanya, Minggu (1/2/2026).
Irving menyampaikan, kendati beasiswa itu bersifat stimulan, kajian terhadap penyesuaian kebutuhan dari golongan besarnya universitas unggulan juga bisa menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Siak dalam mengucurkan anggaran beasiswa.
"Memang beasiswa itu sebaiknya diberikan hanya bersifat stimulan atau bantuan saja untuk UKT dan diutamakan untuk yang berprestasi dengan menggolongkan besarnya berdasarkan universitas yang diunggulkan," ujarnya.
Dicontohkan Irving, beasiswa untuk anak-anak Siak yang kuliah di Jawa dengan universitas unggulan tentunya disesuaikan dengan kebutuhannya, dan tentu berbeda dengan anak Siak yang kuliah di Pekanbaru.
Selain itu, pentingnya menyeleksi calon mahasiswa secara tepat dan transparan. Penting juga menyeleksi program studi yang diambil untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Siak.
"Terhadap anak Siak yang diseleksi juga berdasarkan kebutuhan program studi yang nantinya akan mendukung kebutuhan tenaga di Kabupaten Siak, artinya program studi juga perlu diseleksi bukan sembarangan aja," bebernya.
Pada intinya, lanjut Irving, dalam kondisi anggaran yang saat ini program beasiswa PKH tetap harus dilaksanakan dengan cara selektif dan transpasran dan berdaya guna untuk masa depan Siak.
"Belajar dari provinsi lainnya di Indonesia, mereka mengirim anak-anak generasi penerus mengenyam pendidikan ke Australia atau luar negeri lainnya, setiap tahunnya 100 orang dan diprediksi yang berhasil adalah 50% nya atau 50 orang dan bisa dibayangkan 10 tahun ke depan ada 500 orang yang akan bekerja di Kementerian di pusat yang akan memperjuangkan daerahnya," terangnya.
"Mengapa Siak tidak bisa mengirimkan atau menyekolahkan generasi selanjutnya ke luar negeri seperti ke Malaysia, yang mungkin lebih murah pembiayaannya dibandingkan ke Jawa," sambung Irving.
Anggarkan kembali untuk beasiswa PKH
Kabag Kesra Pemkab Siak, Bayhaki, menjelaskan sesuai intruksi Bupati Siak Afni Zulkifli, pihaknya sedang menghitung penganggaran beasiswa PKH 2026.
"Sesuai intruksi Bu Bupati beasiswa PKH 2026 sedang diupayakan dianggarkan. Kami sedang menghitungnya," kata Bayhaki, Senin (2/2/2026).
Boy, sapaan akrab Kabag Kesra meminta waktu untuk melakukan penghitungan anggaran biaya PKH 2026. Penghitungan anggaran beasiswa PKH tersebut dilakukan lantaran sempitnya ruang fiskal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
BRI Fasilitasi Pekerja Migran Indonesia, Remittance Tumbuh 27,7% pada 2026
-
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Milik Warga Siak
-
Ribuan Paket Sembako Didistribusikan BRI bagi Warga Desa Angseri dan Desa Sarimekar di Bali
-
Pria di Pekanbaru Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dianiaya Senjata Tajam
-
Pemerintah Hadir bagi Masyarakat, BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus