- Sejumlah dokter spesialis di RSUD Tengku Rafian Siak mengancam mogok kerja.
- Hal tersebut lantaran uang kelangkaan profesi belum dibayarkan Pemkab Siak.
- Pemkab beralasan tunjangan profesi belum dibayar karena efisiensi anggaran.
SuaraRiau.id - Sejumlah dokter spesialis Aparatur Sipil Negara di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Tengku Rafian Siak mengeluhkan tunjangan yang belum cair.
Puluhan dokter tersebut bahkan mengancam mogok kerja lantaran Pemkab Siak tidak membayarkan Uang Kelangkaan Profesi para dokter dari Bulan September 2025 sampai dengan Februari 2026.
Pemkab Siak beralasan tidak dibayarkannya uang kelangkaan profesi tersebut karena efisiensi anggaran. Padahal dalam kontrak, Pemkab Siak menyatakan sanggup dibayarkan.
"Kewajiban sudah kami tunaikan sepenuh hati, tetapi hak kami tak dibayarkan. Absen setiap hari, pelayanan telah kami laksanakan dengan tulus, tapi tak ada kejelasan soal pembayaran hak kami," ungkap salah satu dokter di Siak.
Mulanya, puluhan ASN dari kalangan dokter di RSUD Siak akan menggelar rapat dan menyurati Bupati Siak Afni Zulkifli untuk hadir dalam rangka membahas terkait uang kelangkaan profesi yang tak kunjung dibayarkan Pemkab Siak.
Namun, Bupati Siak Afni tidak hadir saat diundang rapat oleh para dokter.
Tembusan undangan rapat/audiensi para dokter spesialis itu juga ditujukan kepada Ketua DPRD Siak, Kepala Inspektorat Siak, Kepala DKP2KB Siak, Kepala BKAD Siak, Kepala BKPSDM Siak.
Point utama yang dibahas pada rapat/audiensi itu adalah soal diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Siak Nomor 100.3.3.2/446/HK/KPTS/2026 yang dinilai mencederai hak-hak dokter spesialis.
Berdasarkan daftar absensi yang dibubuhi tanda tangan peserta hadir, puluhan dokter spesialis yang hadir pada rapat/audiensi itu di antaranya dokter spesialis kandungan dr Raffi Fauzi, dr Hendri Adi Saputra, dr Rika Efendi, dokter penyakit dalam dr Izwar dan Abdul Karim.
Kemudian dokter spesialis anak dr Devi Gusmaiyanto, dr Wilson, dr Destri Linjani. Dokter spesialis bedah dr Syafed Rianda dan dr Tondy Arian Pakpahan lalu dokter spesialis paru dr Erneti Aziz dan dr Pofi Risanti Yarsy.
Selanjutnya dokter spesialis dermatologi venerologi Dr. dr. Dina Devi, dokter spesialis mata dr Alfida Yanti dan dr Kahermasari serta dokter spesialis rehabilitasi medik dr Akhmad Yahin dan dokter spesialis kejiwaan dr Dwi Wijayanti serta dokter spesialis bedah tulang dr Loli Anton.
Sementara itu, Sekda Siak, Mahadar terkesan mengelak saat dikonfirmasi terkait mogoknya para dokter spesialis di RSUD Tengku Rafian Siak.
Dikatakannya, itu bukan wilayahnya untuk menjawab.
"Coba tanyakan ke Plt Kadiskes Siak atau Direktur RSUD Siak," katanya, Selasa (17/3/2026).
Serupa dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Siak dr Handry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Harga Sawit Riau untuk Produk Mitra Swadaya Meroket Jelang Lebaran
-
Siagakan Alat Berat, BPJN Riau Sebar 14 Posko Mudik di Jalur Lintas
-
Lebih dari Sekadar Bagi-bagi! BRI Wujudkan Berbagi Makna untuk Indonesia Lewat Program Ramadan Ini
-
Masih Lancar, Penumpang Pelabuhan Tanjung Buton Siak Capai 2.909 Orang
-
Penumpang Mulai Padati Terminal BRPS Pekanbaru, Didominasi Tujuan Jawa