- Lima kabupaten di Riau resmi menetapkan status siaga darurat karhutla.
- Kelima daerah itu yakni Pelalawan, Indragiri Hilir, Bengkalis, Siak dan Kampar.
- Total luasan Karhutla Riau mulai awal tahun 2026 adalah 1.041,74 hektare.
SuaraRiau.id - Lima kabupaten di Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya hotspot dan titik karhutla.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Riau Jim Gafur menyebut kelima daerah itu di antaranya Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Siak dan Kampar.
Dia mengungkapkan, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi karhutla pada awal tahun.
"Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan Karhutla 1.041,74 hektare," katanya, Rabu (4/3/2026).
Ke-11 daerah yang sudah terjadi karhutla adalah Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Dumai dan Pekanbaru.
Jim Gafur menambahkan, pihaknya meminta pemerintah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi, melakukan apel siaga karhutla yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Meningkatkan deteksi dini, patroli dan groundchecking titik hotspot serta melakukan penanganan dengan cepat apabila ditemukan titik api supaya tidak meluas.
Kemudian juga melakukan sosialisasi dan himbauan tidak membuka lahan dengan membakar kepada masyarakat baik secara langsung atau melalui camat, kepala desa/lurah di wilayahnya masing-masing.
Selain itu, menyiagakan seluruh sumber daya baik personil dan peralatan dan perlengkapan karhutla serta menyediakan anggaran operasional pencegahan dan pemadaman karhutla.
"Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan semua stake holder (Forkompimda, TNI, Polri, Manggala Agni, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, relawan dan unsur lainnya). Melakukan upaya pembasahan dilahan rawan karhutla," pintanya.
Diketahui, karhutla di Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 hektare, Bengkalis 201,01 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare dan Siak 63,53 hektare.
Kemudian Pekanbaru mencapai 14,08 hektare, Kampar 29,50 hektare, Pelalawan 612,30 hektare, Inhu 1,20 hektare, Inhi 64,70 hektare, Rohil 10 hektare dan Kuansing 1,50 hektare.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Pekanbaru Hadirkan Parkir Gratis selama 3 Hari: Mal hingga Rumah Sakit
-
Jadwal SPMB Tingkat SD di Pekanbaru, Pendaftaran Dibuka Online
-
5 Tahanan Kejari Pekanbaru yang Kabur Sudah Ditangkap, Satu Masih Dicari
-
Kuasa Hukum Sebut Keterangan Saksi Ahli Untungkan Abdul Wahid
-
Datangi Kampar, SF Hariyanto Incar Ratusan Ribu Kendaraan Mati Pajak