- Luas karhutla di Riau mencapai 1.041,74 hektare sejak awal 2026.
- Kabupaten Pelalawan sebagai wilayah terdampak karhutla paling luas.
- Hanya Rokan Hulu yang dilaporkan masih nihil lahan terbakar.
SuaraRiau.id - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mencapai 1.041,74 hektare sejak awal tahun 2026 dengan Kabupaten Pelalawan sebagai yang terdampak paling luas.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Gafur menyatakan luasan lahan terbakar di Pelalawan sebanyak 612,30 hektare.
"Total luasan lahan terbakar mencapai 1.041,74 hektare di Riau terhitung sejak 1 Januari lalu. Dari data tersebut, Pelalawan menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan terluas," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (21/2/2026).
Luasan lahan terbakar paling banyak selanjutnya adalah Bengkalis (201,01 hektare), Inderagiri Hilir (64,70 hektare), Siak (63,53 hektare) Dumai (30,52 hektare) dan Kampar (29,50 hektare).
Selanjutnya, juga terjadi karhutla di Kota Pekanbaru seluas 14,08 hektare, Kabupaten Kepulauan Meranti (13,14 hektare), Rokan Hilir (10 hektare), Kuantan Singingi (1,5 hektare), dan Indragiri Hulu (1,2 hektare).
Hanya Kabupaten Rokan Hulu yang dilaporkan masih nihil lahan terbakar.
"Kabupaten Pelalawan mendominasi dengan lebih dari 50 persen total luasan kebakaran di seluruh provinsi," sebut Jim.
Pihaknya juga mencatat selama tahun 2026, ada 1.849 titik panas yang terdeteksi BMKG. Dari jumlah itu 128 diantaranya adalah titik api.
Tim gabungan, lanjutnya, terus melakukan upaya pendinginan dan pemadaman di lapangan baik itu melalui jalur darat maupun udara.
Selain itu, pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga telah melakukan upaya modifikasi cuaca dengan menyemai 6 ton garam di langit Riau.
"Pesawat telah melakukan operasi udara sebanyak 4 sortie dengan total 6.000 kg garam (NaCl) untuk upaya Teknologi Modifikasi Cuaca di wilayah Pelalawan, Bengkalis, dan Rokan Hilir," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Pamer Tuak di Pacu Jalur, TikToker asal Sumut Akhirnya Minta Maaf
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau
-
Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan