Eko Faizin
Minggu, 22 Februari 2026 | 10:12 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [Suara.com/Alfat Handri]
Baca 10 detik
  • Luas karhutla di Riau mencapai 1.041,74 hektare sejak awal 2026.
  • Kabupaten Pelalawan sebagai wilayah terdampak karhutla paling luas.
  • Hanya Rokan Hulu yang dilaporkan masih nihil lahan terbakar.

SuaraRiau.id - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mencapai 1.041,74 hektare sejak awal tahun 2026 dengan Kabupaten Pelalawan sebagai yang terdampak paling luas.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Gafur menyatakan luasan lahan terbakar di Pelalawan sebanyak 612,30 hektare.

"Total luasan lahan terbakar mencapai 1.041,74 hektare di Riau terhitung sejak 1 Januari lalu. Dari data tersebut, Pelalawan menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan terluas," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (21/2/2026).

Luasan lahan terbakar paling banyak selanjutnya adalah Bengkalis (201,01 hektare), Inderagiri Hilir (64,70 hektare), Siak (63,53 hektare) Dumai (30,52 hektare) dan Kampar (29,50 hektare).

Selanjutnya, juga terjadi karhutla di Kota Pekanbaru seluas 14,08 hektare, Kabupaten Kepulauan Meranti (13,14 hektare), Rokan Hilir (10 hektare), Kuantan Singingi (1,5 hektare), dan Indragiri Hulu (1,2 hektare).

Hanya Kabupaten Rokan Hulu yang dilaporkan masih nihil lahan terbakar.

"Kabupaten Pelalawan mendominasi dengan lebih dari 50 persen total luasan kebakaran di seluruh provinsi," sebut Jim.

Pihaknya juga mencatat selama tahun 2026, ada 1.849 titik panas yang terdeteksi BMKG. Dari jumlah itu 128 diantaranya adalah titik api.

Tim gabungan, lanjutnya, terus melakukan upaya pendinginan dan pemadaman di lapangan baik itu melalui jalur darat maupun udara.

Selain itu, pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga telah melakukan upaya modifikasi cuaca dengan menyemai 6 ton garam di langit Riau.

"Pesawat telah melakukan operasi udara sebanyak 4 sortie dengan total 6.000 kg garam (NaCl) untuk upaya Teknologi Modifikasi Cuaca di wilayah Pelalawan, Bengkalis, dan Rokan Hilir," ujarnya. (Antara)

Load More