- Pemkot Pekanbaru berencana menaikkan honorarium ketua RT dan RW.
- Wali Kota Agung menyampaikan RT dan RW turut menyukseskan pembangunan.
- RT dan RW merupakan perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat.
SuaraRiau.id - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, program Satu ASN Satu RW telah diluncurkan yakni menempatkan aparatur sipil negara (ASN) di setiap RW.
ASN nantinya akan menjadi penanggung jawab atau person in charge (PIC) di setiap RW untuk menjadi penghubung langsung antara masyarakat dan wali kota.
"ASN ini bukan untuk menggantikan peran ketua RW dan RT, melainkan menjadi akses langsung kepada saya. Mereka adalah perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat," kata Wali Kota, Sabtu (14/2/2026).
Agung juga mengungkapkan bahwa para ketua RT dan RW merupakan ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah.
Seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) diingatkan agar tidak meremehkan peran para ketua RT dan RW dalam menyukseskan program pembangunan.
Agung berjanji akan meninjau dan menaikkan honorarium ketua RT dan RW pada tahun ini.
Ia meminta Sekda untuk segera mengkaji skema peningkatan honor tersebut, seiring dengan ajakan membudayakan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
"Kota Pekanbaru kini telah menjadi kota metropolitan dengan nilai investasi yang terus meningkat. Pemerintahan itu sebenarnya sederhana, asal berani meningkatkan pendapatan, maka belanja dapat dilakukan dengan tepat," jelas Agung.
Wali Kota memaparkan dinamika pembangunan di Pekanbaru menunjukkan kemajuan yang signifikan berkat dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya ketua RT dan RW.
Dalam acara silaturahmi bersama ketua RT dan RW, Agung mengaku dihadapkan pada tantangan berat berupa utang daerah sebesar Rp470 miliar, ditambah pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
"Utang sebesar Rp470 miliar itu tidak hanya lunas tahun ini. Tetapi, kami juga mampu membangun infrastruktur," ujarnya.
Agung merinci pembangunan jalan sepanjang 42 kilometer, pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), hingga pembiayaan pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.
Ke depannya, Pemkot Pekanbaru akan fokus meningkatkan pendapatan daerah dengan melibatkan peran aktif ketua RT dan RW.
Menurutnya, hal ini demi menjaga lingkungan, memperkuat kebersamaan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Pekanbaru secara berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Inilah Kisah Sukses Desa Pajambon Lewat Program Desa BRILiaN Karya BRI
-
Dari Earth Hour ke Aksi Nyata, Inilah Komitmen Berkelanjutan BRI
-
Kampung Koboi Jadi Ikon Transformasi Desa Tugu Selatan Bersama BRI Desa BRILiaN
-
BRI Hadirkan Fitur Pesan Obat di BRImo, Kolaborasi Praktis dengan Apotek K-24
-
Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN