Eko Faizin
Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB
Ilustrasi sapi kurban. [Suara.com/ B Rahmat]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo memberikan bantuan 12 sapi kurban untuk Riau.
  • Hewan kurban bantuan presiden ini memiliki bobot yang cukup berat.
  • Sapi kurban ini dibagikan untuk Pemprov Riau dan 12 kabupaten/kota.

SuaraRiau.id - Sebanyak 14 sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto dibagikan untuk masyarakat Riau pada Hari Raya Iduladha tahun ini.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau mengajukan sapi hasil seleksi dari kabupaten/kota, dengan kriteria utama bobot hidup terbesar di masing-masing daerah.

Menurut Kepala DPKH Riau Mimi Yuliani Nazir, hal itu dilakukan sebelum pemerintah pusat menentukan sapi kurban bantuan presiden ke Riau.

"Untuk bantuan Presiden tingkat provinsi, yang saat itu diusulkan adalah sapi dengan bobot paling berat dari seluruh kabupaten/kota di Riau. Sementara untuk kabupaten/kota, diambil dari sapi terberat di daerah masing-masing sesuai arahan Sekretariat Presiden dan Ditjen PKH," ujar Mimi, Senin (18/5/2026).

Nantinya, sapi-sapi kurban Presiden tersebut diperuntukkan bagi Pemprov Riau, 12 pemerintah kabupaten/kota dan satu tokoh masyarakat.

Mimi menjelaskan, hasil usulan itu kemudian juga dilakukan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil sapi yang diusulkan.

Hasilnya, sapi-sapi kurban Prabowo tersebut dinilai layak dan akhirnya diputuskan untuk menjadi sapi kurban Presiden di Riau.

Mimi menegaskan, selain bobot, faktor kesehatan, kelayakan fisik, serta kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama dalam penilaian.

"Tidak hanya besar, sapi juga harus sehat dan memenuhi standar sebagai hewan kurban Presiden," ungkapnya.

Program bantuan sapi Presiden ini menjadi agenda rutin setiap Iduladha dan diharapkan mampu mendorong semangat peternak lokal untuk meningkatkan kualitas ternak mereka.

"Untuk lokasi penyembelihan hewan kurban bantuan presiden tersebut ditentukan oleh masing-masing kabupaten/kota. Dengan syarat lokasinya tidak sama dengan tahun sebelumnya," tegas Mimi.

Load More