- Warga Pekanbaru kembali diresahkan dengan aksi begal bersenjata.
- Kepolisian tengah memburu pelaku yang merampas kendaraan korban.
- Sumber menyebut pelaku berjumlah 4 orang yang membawa senjata.
SuaraRiau.id - Kabar aksi begal di Kota Pekanbaru kembali meresahkan masyarakat dan makin ramai diperbincangkan netizen lewat media sosial.
Menanggapi viralnya informasi itu, jajaran Polsek Binawidya memastikan pihaknya telah menerima laporan polisi terkait dugaan aksi begal yang terjadi di wilayah hukumnya.
Personel Polsek Binawidya Pekanbaru, Aipda Iswanto mengatakan pihak kepolisian saat ini tengah memburu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
"Kita sudah terima LP-nya. Anggota sudah ke TKP dan melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut dan kita mencari pelaku," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Senin (18/5/2026).
Iswanto menuturkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menyikapi keresahan masyarakat yang muncul akibat maraknya isu begal di media sosial.
Selain melakukan penyelidikan, polisi juga meningkatkan patroli malam di sejumlah ruas jalan yang dianggap rawan tindak kriminal.
Menurutnya, patroli dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan warga.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat berkendara, terutama pada malam hari. Jika menemukan hal mencurigakan atau menjadi korban tindak pidana, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat atau Call Center 110," ucap Iswanto.
Diketahui, sebelumnya sebuah akun TikTok bernama @Juliani menyebut telah terjadi aksi diduga begal di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan kawasan Perumahan Sidomulyo, Kecamatan Binawidya.
Dalam unggahan itu, pemilik akun mengungkapkan pelaku berjumlah 4 orang membawa senjata. Para pelaku disebut merampas sepeda motor milik korban saat melintas di lokasi kejadian.
Video tersebut juga disertai imbauan kepada masyarakat Pekanbaru agar lebih berhati-hati ketika berkendara, khususnya pada malam hingga dini hari.
Unggahan itu sontak viral dan memancing reaksi sejumlah warganet. Sebagian mengaku khawatir dan berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kriminal jalanan.
Beberapa warga bahkan mengaku mulai membatasi aktivitas malam mereka karena takut menjadi korban tindak kejahatan serupa.
Tidak sedikit pula yang meminta patroli kepolisian diperketat di titik-titik rawan yang selama ini minim penerangan dan relatif sepi pada malam hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pemotong Rumput asal Perawang Siak Bobol Sistem Keamanan NASA
-
Kabut Asap Karhutla: 376 Kasus ISPA di Pekanbaru Sejak Agustus 2026
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan
-
Pemkab Kepulauan Meranti Serahkan SK Pengakuan MHA 3 Komunitas Adat