- PT Musim Mas menjadi tersangka kasus tindak pidana lingkungan hidup.
- Kerugian ekologis akibat operasi perusahaan sawit ini mencapai Rp187 miliar.
- Perusahaan ini disebut menanam kelapa sawit di kawasan sempadan sungai.
SuaraRiau.id - PT Musim Mas (MM) ditetapkan sebagai tersangka korporasi dalam kasus tindak pidana lingkungan hidup di areal perkebunan sawit Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
Direskrimsus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro, mengatakan terungkapnya kasus ini berawal dari laporan LSM Apresiasi Lingkungan dan Hutan Indonesia (ALUN) Riau yang diterima 2 Desember 2025.
"Laporan menyebut adanya dugaan pengelolaan perkebunan sawit di lahan yang tumpang tindih antara HGU dan kawasan hutan, termasuk dugaan kerusakan lingkungan akibat penanaman sawit di sempadan sungai," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Senin (18/5/2026).
Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini diduga menanam sawit di kawasan sempadan sungai hingga menyebabkan kerusakan lingkungan dengan potensi kerugian ekologis mencapai Rp187 miliar.
Dengan pendekatan Scientific Crime Investigation, penyidik memeriksa 13 saksi dan delapan ahli dari mulai dari ahli lingkungan hidup, sumber daya air, kerusakan tanah hingga ahli pidana lingkungan.
Dari hasil penyidikan, ditemukan fakta bahwa perkebunan sawit milik PT MM di Estate 4 Divisi F berada sangat dekat dengan garis sempadan sungai.
"Fakta di lapangan ditemukan jarak tanaman sawit hanya 2 sampai 5 meter dari sempadan sungai, padahal aturan menetapkan minimal 50 meter untuk sungai kecil dan 100 meter untuk sungai besar," jelas Ade.
Selain itu, penyidik menemukan kondisi kerusakan lingkungan berupa longsor sedalam 1 hingga 2 meter, erosi tanah, hilangnya vegetasi, serta hasil uji laboratorium yang menunjukkan kerusakan tanah telah melampaui ambang batas.
Menurut Kombes Ade, perusahaan sawit tersebut juga diduga tetap memperoleh keuntungan ekonomi dari aktivitas perkebunan tersebut sejak 2022 hingga 2024.
"Dari perhitungan ahli, potensi kerugian ekologis akibat kerusakan lingkungan mencapai Rp187,8 miliar," tegas dia.
Polda Riau menyampaikan penanganan perkara ini merupakan bagian dari komitmen Green Policing dalam penegakan hukum lingkungan hidup.
Musim Mas kini dijerat Pasal 98 ayat (1) juncto Pasal 99 ayat (1) juncto Pasal 116 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana diubah dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Kami tidak lagi hanya berorientasi pada pelaku perorangan, tetapi juga menyasar korporasi yang memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas melanggar hukum lingkungan," ungkap Ade.
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Viral Bupati Siak Nangis saat Kunjungi Daerah Terluar, Wapres Gibran Kirim Tim Khusus
-
Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak
-
Irjen Herry Heryawan Jadi Kabaharkam Polri, Bagaimana Nasib Green Policing di Riau?
-
Dijanjikan Prabowo Naik Pangkat, Herry Heryawan Kini Jadi Kabaharkam Polri
-
Irjen Herry Heryawan Dapat Tugas Baru, Kapolda Riau Dijabat Irjen Arman Achdiat