Eko Faizin
Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:39 WIB
Ilustrasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [ANTARA/Tumpal Andani Aritonang]
Baca 10 detik
  • Pemprov Riau resmi menetapkan status siaga darurat karhutla 2026.
  • Status tersebut dimulai 13 Februari hingga 30 November mendatang.
  • BPBD meminta dukungan pemerintah pusat untuk penanganan karhutla.

SuaraRiau.id - Pemprov Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai 13 Februari hingga 30 November 2026 mendatang.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal menyampaikan, penetapan status siaga darurat karhutla 2026 sesuai surat keputusan (SK) yang diteken Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

"SK penetapan status siaga darurat karhutla Riau sudah diteken oleh Pak Plt Gubernur. Siaga darurat Karhutla di Riau dimulai 13 Februari hingga 30 November 2026," terangnya, Jumat (13/2/2026).

Penetapan status siaga darurat tersebut juga berdasarkan hasil rapat pihaknya bersama instansi terkait. Mulai dari Forkopimda Riau dan juga pihak-pihak terkait lainnya.

"Hasilnya, mengingat kondisi saat ini yang curah hujannya sudah menurun dan sudah ditemukan beberapa daerah yang terjadi Karhutla. Maka diusulkan untuk penetapan status tersebut," ujarnya.

Setelah penetapan status tersebut, pihaknya juga akan langsung meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk penanganan karhutla berupa helikopter water bombing, helikopter patroli dan juga operasi modifikasi cuaca.

"Kami akan segera kirimkan surat ke pemerintah pusat melalui BNPB untuk meminta dukungan helikopter baik water bombing dan patroli. Termasuk juga kegiatan operasi modifikasi cuaca," jelas Edy.

Sementara Tim Pemadaman Darat Manggala Agni Riau terus melakukan proses pemadaman karhutla di 12 lokasi di beberapa daerah di Riau, Jumat (13/2/2026).

Koordinator Teknis Dalkarhut Wilayah Sumatera, Edwin Putra merincikan, tim Manggala Agni Riau melakukan pemadaman karhutla di wilayah Kampar, Dumai, Rohil, Bengkalis, Siak dan Pelalawan.

"Hari tim dari Pemadaman Darat Manggala Agni Riau Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera dan jajaran sedang dalam proses pemadaman di 12 lokasi," ucap Edwin.

Load More