- Nilai ekspor Riau Januari-November 2025 tercatat meningkat.
- Nilainya naik dari 16,48 miliar dolar menjadi 19,02 miliar dolar AS.
- Ekspor migas turun dari 1,49 miliar dolar AS ke 1,05 miliar dolar AS.
SuaraRiau.id - Nilai ekspor Provinsi Riau periode Januari-November 2025 tercatat naik 16,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menyatakan nilai ekspor tersebut meningkat dari 16,48 miliar dolar Amerika Serikat menjadi 19,02 miliar dolar AS.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengatakan peningkatan ekspor Januari–November 2025 disebabkan oleh meningkatnya ekspor non minyak bumi dan gas sebesar 21,18 persen dari 14,98 miliar dolar AS menjadi 18,15 miliar dolar AS.
Sedangkan ekspor migas turun 29,85 persen, yaitu dari 1,49 miliar dolar AS menjadi 1,05 miliar dolar AS.
"Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak 31,75 persen menjadi 767,44 juta dolar AS. Begitu juga ekspor minyak mentah turun 24,16 persen menjadi 283,35 juta dolar AS," katanya dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026).
Asep menjelaskan komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari–November 2025 adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 2,51 miliar dolar AS.
Kemudian berbagai produk kimia 589,05 juta dolar AS, bahan kimia organik 262,22 juta dolar AS, berbagai makanan olahan 48,96 juta dolar AS, kertas dan karton 39,13 juta dolar AS, buah-buahan 31,71 juta dolar AS, serta bahan-bahan nabati 15,98 juta dolar AS.
Untuk tujuan ekspor nonmigas pada Januari–November 2025 yang terbesar adalah ke Negara Tiongkok sebesar 3,05 miliar dolar AS.
Lalu disusul India 1,59 miliar dolar AS dan Malaysia 1,26 miliar dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,59 persen.
Namun begitu untuk nilai ekspor Riau pada November 2025 justru menurun 4,55 persen dibanding November 2024. Nilainya mencapai 1,63 miliar dolar AS dengan ekspor nonmigas mencapai 1,52 miliar dolar AS.
Sementara itu, nilai impor Januari–November 2025 mencapai 1,49 miliar dolar AS atau turun 295,32 juta dolar AS (16,46 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya impor migas 19,16 persen dan nonmigas 16,19 persen.
"Pada November 2025, nilai impor menurun 64,52 juta dolar AS atau 38,76 persen dibandingkan November 2024 menjadi 101,94 juta dolar AS. Hal ini lebih disebabkan oleh turunnya impor nonmigas 41,19 persen tapi di sisi lain, nilai impor migas mengalami kenaikan 33,96 persen," ungkapnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan
-
Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih
-
Tapir Mati Mengenaskan di Areal Perusahaan, Diduga Ditabrak Truk Besar
-
Polisi Tetapkan Tersangka Karhutla 180 Hektare di Bengkalis
-
Abdul Wahid Terjerat Dugaan Korupsi, UAS: Aku Akan Tetap Membelamu