-
DPR kecam keras kekerasan terjadi di kampus UIN Suska Riau.
-
Mahasiswi dibacok saat menunggu sidang proposal.
-
Pelaku diamankan, korban dirawat intensif rumah sakit.
SuaraRiau.id - Kasus kekerasan di UIN Suska menjadi sorotan setelah seorang mahasiswi dibacok oleh mahasiswa di lingkungan kampus pada Kamis (26/2/2026). Berbagai kecaman pun datang, termasuk dari anggota DPR RI.
Anggota DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan. Ia menekankan kampus harus steril dari tindakan brutal dan menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika.
“Kami mengecam terjadinya kekerasan di lingkungan kampus ini. Kampus seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan beradu gagasan, bukan tempat kekerasan yang menyebabkan korban luka serius. Mahasiswa itu insan terdidik, setiap tindakan harus mencerminkan kapasitas intelektualnya,” katanya, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, insiden kekerasan di UIN Suska menunjukkan perlunya pembenahan serius pada sistem pengamanan internal kampus. Ia mendesak rektorat melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Perlu evaluasi terkait standar keamanan. Tidak boleh ada celah yang memungkinkan seseorang membawa senjata tajam ke area pendidikan. Keamanan mahasiswa harus menjadi prioritas utama pihak rektorat,” tegasnya.
Habib juga menyatakan dukungan terhadap proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian. Ia meminta aparat bertindak tegas agar memberikan efek jera kepada pelaku. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pendampingan bagi korban.
“Kami meminta pelaku diproses secara hukum dengan tegas. Di sisi lain, korban harus mendapatkan pendampingan psikologis agar bisa kembali melanjutkan pendidikannya dengan rasa aman. Kampus adalah ruang peradaban, bukan ruang kekerasan,” kata Habib.
Sementara itu, kronologi kejadian diungkap salah seorang mahasiswa, Dimas. Ia menyebut peristiwa terjadi saat korban tengah menunggu giliran sidang proposal di ruang Fakultas Syariah dan Hukum.
“Awalnya korban menunggu untuk sidang proposal di ruangan Fakultas Syariah dan Hukum. Kami sedang belajar di ruangan sebelah. Saat kami lihat keluar, tampak pelaku sedang membacok korban di depan ruangan. Kami tidak berani menolong karena pelaku membawa kapak,” ujarnya.
Petugas keamanan kampus kemudian datang dan mengamankan pelaku.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan pelaku telah diamankan di Polsek Binawidya bersama barang bukti berupa kapak dan parang.
Korban saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru akibat luka bacok di kepala dan tangan, dan direncanakan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap. Kasus kekerasan di UIN Suska kini dalam penanganan aparat. (Antara)
Berita Terkait
-
Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo
-
Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas
-
Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup
-
Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter
-
Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW
-
Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla