SuaraRiau.id - Suparmin, seorang tahanan dugaan korupsi beberapa waktu lalu menggemparkan publik usai diketahui keluar sel bersama Kapolsek Bungaraya, Siak untuk melihat kebun sawitnya.
Belakangan, Kejari Siak menyita sejumlah aset milik tahanan tersebut, Rabu (25/10/2023). Ia merupakan tersangka korupsi pendistribusian pupuk bersubsidi di Kerinci Kanan Siak pada 2021.
Penyitaan tersebut dipimpin langsung Kajari Siak, Tri Anggoro Mukti. Pihaknya menyita harta bergerak maupun tidak bergerak milik Suparmin, Mina Mina Yumiarti dan Suharnof.
Adapun beberapa aset yang disita tersebut berupa kendaraan, tanah dan bangunan serta sejumlah uang yakni 1 mobil merk Suzuki dengan nomor polisi BM 1159 YB jenis model mobil penumpang Jeep tahun 2021. Satu unit mobil merk Mitsubishi Colt Diesel nopol BM 8982 SE jenis mobil barang model dump truck tahun 2017.
"Berikutnya, 4 unit ruko beserta tanah seluas kurang lebih 320 meter persegi yang berlokasi di Jalan Pertamina Km 72 Dusun Kolim Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, dan 1 bidang tanah serta gudang serta rumah seluas ± 200 meter persegi yang berlokasi di Jalan Raya Pertamina Dusun Meranti Desa Seminai, Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak," ujar Tri dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (25/10/2023).
Selain itu, sebelumnya tim penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp138 juta dari tersangka Suharnof.
Tim penyidik juga telah melakukan penggeledahan di rumah tersangka Suparmin, dan ditemukan beberapa dokumen/barang/benda yang berkaitan dengan tindak pidana. Di antaranya uang tunai sebesar USD 100 di dompet milik tersangka Suparmin.
"Dari beberapa barang yang kita sampaikan, itu kita lakukan penyitaan dari tersangka Suparmin, Mina Yumiarti dan Suharnof," jelasnya.
Lebih lanjut Kajari menyampaikan tujuan dari penyitaan tersebut untuk memulihan kerugian keuangan negara yang diduga ditimbulkan dalam perkara ini.
"Dimana kerugian keuangan negara yang telah dilakukan audit penghitungan kerugian negara oleh BPKP senilai Rp5.431.614.696,87," sebut Tri.
Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan upaya pemulihan kerugian keuangan negara tersebut masih terus dilakukan.
Penyidik, kata Tri, terus melacak aset dan rekening milik para tersangka. Bahkan beberapa rekening telah dilakukan pemblokiran.
"Secara bertahap akan kita tarik dan lakukan penyitaan terhadap aset-aset yang telah kita lakukan pemblokiran. Beberapa rekening milik-milik tersangka sudah kita lakukan pemblokiran," tegasnya.
Diketahui sebelumnya, nama Suparmin mendadak jadi perbincangan usai ketahuan bersama Kapolsek Bungaraya AKP Selamet keluar sel untuk melihat kebun sawitnya.
Sementara itu, AKP Selamet menjalani pemeriksaan Propam Polda Riau setelah sebelumnya diperiksa Propam Polres Siak.
Berita Terkait
-
Dugaan Korupsi M Adil, Anak Buah Ngaku Ditekan hingga Ancaman Pencopotan
-
Ada 40 Kursi DPRD Siak, Sebelas Dipastikan Bakal Diisi Wajah Baru
-
Harimau Kembali Muncul di Siak, BBKSDA Riau Imbau Masyarakat Berhati-hati
-
Polda Riau Ambil Alih Kasus Kapolsek Bawa Tahanan Korupsi Keluar Sel
-
Buntut Kapolsek Bawa Tahanan Keluar Sel, Kapolda Riau: Tindak Sesuai Aturan Berlaku!
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Abdul Wahid Dituntut Lebih Berat, Jaksa KPK Beberkan Alasannya
-
Program AURA BRI Peduli Perkuat Usaha Kelompok Wanita Pengolah Pala di Bogor
-
Suhardiman Amby Kasih Amplop ke Raja Juli, Ketua DPRD Kuansing Pengepul Uangnya
-
Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli Disebut Berisi 12.000 Dolar Singapura
-
Kasus Suap Suhardiman Amby: KPK Sita 12.000 Dolar Singapura Ketua DPRD Kuansing