SuaraRiau.id - DPRD Siak gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP) Pertamina Hulu terkait kegiatan Diskusi Panel Pemangku Kepentingan pra alih kelola Blok Coastal Plain and Pekanbaru (CPP) ke BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang dilaksanakan di Nirwana Garden Resort, Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau.
Dalam RDP tersebut, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan mempertanyakan terkait kegiatan yang menelan biaya Rp1,2 miliar untuk dua vendor yakni PT Thresko dan PT ASP.
Indra membandingkan antara kegiatan yang dibuat BOB tersebut dengan PAD yang diterima daerah setiap tahunnya dari BUMD PT BSP.
Mulanya, bukan tanpa sebab, DPRD Siak menerima surat aduan dari PT Azkrindo Sinergi Publik (ASP) terkait pekerjaan mereka sebagai vendor pada suksesi acara diskusi panel hingga saat ini belum dibayar oleh BOB.
Atas keterlambatan pembayaran yang menyebabkan BOB PT BSP Pertamina Hulu itu berhutang kepada PT ASP.
"Sejauh mana urgensinya acara tersebut dilaksanakan BOB? Padahal kegiatan itu kan di penghujung masa BOB sebelum alih kelola," kata Indra Gunawan, Selasa (13/9/2022).
Dalam kesempatan itu, Indra Gunawan juga menyampaikan DPRD Siak sebagai pemangku kepentingan tidak diundang oleh BOB PT BSP.
Padahal dari paparan pihak ASP, diketahui sejumlah pimpinan Forkopimda daerah yang masuk wilayah kerja blok CPP seperti Bengkalis, Pekanbaru dan Kampar diundang.
"Apa ada masalah BOB dengan DPRD Siak? judulnya kegiatan pemangku kepentingan tapi DPRD Siak tak diundang. Saya jelaskan kami ini bagian dari pemerintah. Jangan saat ada masalah begini baru ngadu ke DPRD," ujar Indra.
Hal serupa juga dikatakan politisi asal Partai Demokrat yang juga anggota DPRD Siak, Syamsurizal Budi mempertanyakan siapa yang membuat list daftar undangan.
"Jadi yang buat list undangan itu siapa?," tanya Budi.
Namun, pertanyaan Budi tidak dapat dijawab pihak manajemen BOB pada saat itu.
Budi juga menilai kegiatan yang dibuat BOB PT BSP itu terkesan dipaksakan. Sebab seminggu setelahnya sudah alih kelola Blok CPP ke BUMD PT BSP secara keseluruhan 100 persen.
"Apa krusialnya BOB buat itu, padahal itu kan sudah injury time istilahnya," ujarnya.
"Setelah itu kenapa acara itu dibuat di Kepri, kenapa tidak di Pekanbaru saja agar tidak memakan biaya yang besar," sambung dia.
Berita Terkait
-
Pegiat Seni Siak Gadaikan Emas Demi Ongkosi Sanggarnya Naik Bus Ikut Festival Nasional
-
Gadis 15 Tahun Siak Dipekerjakan di Kafe, Disuruh Berpakaian Seksi Temani Tamu Mabuk
-
Polres Siak Bongkar Kasus Eksploitasi Seksual Anak di Kota Layak Anak
-
Pelempar Sabu ke Rutan Siak Belum Terungkap, Barang Bukti Sudah Dimusnahkan
-
Petani Karet soal Kenaikan BBM: Kebijakan Pemerintah Bikin Kami Makin Susah
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Terekam CCTV Rumah, Detik-detik Perampok Hajar Lansia Pekanbaru hingga Tewas
-
Kasus Korupsi Flyover Simpang SKA, KPK Bakal Periksa Eks Direktur PT Bukaka
-
Menteri UMKM Bersama PNM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca
-
Abdul Wahid Disebut Tak Perintah Kumpulkan Duit, Pengacara: Terbongkar Fakta Sebenarnya
-
Kinerja Keuangan BRI Q1 2026: Aset Rp2,250 Triliun, ROE 18,4%