SuaraRiau.id - Pelaku dugaan kasus penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi aset kripto, IH (39) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang telah ditangkap polisi.
Pelaku diketahui dalam melancarkan aksinya kerap mempromosikan bisnisnya tersebut di akun media sosial (medsos).
Dalam beberapa unggahan di akun Facebooknya, oknum ASN di Pemkab Inhu ini sering membuat konten berisi promosi terhadap aset kriptonya tersebut.
"Dicari INVESTOR untuk peningkatan perusahaan di Industri Blockchain!!! Kami siap memberikan jaminan berupa aset yang senilai dengan nilai investasi dan bersedia dilakukan perikatan di depan Notaris. Rentang Nilai investasi : Rp. 500jt, Rp.1 Milyar, 2 Milyar, dan 3 Milyar. Bagi yang berminat bisa menghubungi kami!! Inbox ya gaees...," tulis IH, dalam postingannya pada 20 Februari 2021, dikutip SuaraRiau.id, Kamis (18/3/2021).
Selain itu juga terdapat dua akun lain yang diduga merupakan milik bos investasi abal-abal tersebut. Di akun yang merupakan fanspage itu, IH selalu menunjukan aktivitas dan konten promosinya terhadap calon-calon member.
Bahkan dari penelusuran, juga terdapat situs web yang menawarkan keuntungan yang cukup fantastis bagi para member investasi Edinarcoin Gold (EDRG) yang merupakan coin digital dengan platform EDC Blockchain yang dikelola IH tersebut.
Sebelumnya, Polres Indragiri Hulu telah menetapkan tersangka IH atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan.
Bahkan oknum ASN di Pemkab Inhu ini telah berhasil menggaet 3.445 member yang menjadi korbannya sejak 2019.
Kapolres Inhu AKBP Efrizal mengatakan, kerugian akibat tindakan penipuan atau penggelapan yang dilakukan IH ini mencapai Rp 60 miliar.
Efrizal mengungkapkan, modus aksi penipuan ini adalah investasi Edinarcoin Gold (EDRG) yang merupakan coin digital dengan platform EDC Blockchain.
Dalam melancarkan aksinya, pelaku menghimpun dana dari masyarakat dengan instrumen perdagangan produk seolah-olah merupakan aset kripto.
"Dalam investasi itu masyarakat dijanjikan keuntungan sebesar 0,5 persen per hari, atau 15 persen setiap bulannya," kata Efrizal, Kamis (18/3/2021).
Dalam prakteknya, dia bersama kawan-kawannya menggunakan skema ponzi. Bahkan untuk meyakini para korban, mereka menggunakan badan usaha bernama PT Indragiri Digital Aset Indonesia yang terjadi sejak Januari 2019 sampai dengan pertengahan 2020.
Kapolres menjelaskan, IH mempromosikan koin EDRG kepada masyarakat bahwa koin ini telah mendapat pengakuan dari negara, namun dalam kenyataannya produk EDRG yang diciptakannya bukanlah sebuah koin digital, namun EDRD ini lebih pasnya merupakan produk token yang merupakan turunan dari koin digital induk yang bernama EDC.
Namun walau EDRG ini adalah sebuah token, produk ini tidak serta merta bisa dianggap sebagai aset digital, lantaran sebuah aset digital kripto dibuat harus dengan berbasis distributed ledger technology.
Tag
Berita Terkait
-
Investasi Aset Kripto Tipu Warga hingga Rp 60 Miliar, Pelaku ASN di Inhu
-
Petinggi Jaksa Pemeras 61 Kepsek Divonis Lebih Berat, Guru di Inhu Puas
-
Jangan Sampai Tertipu Lagi, Berikut Ini Ciri-ciri Investasi Bodong
-
Kasus Investasi Bodong di Inhu Riau, Ada Nasabah Tertipu Rp 1 Miliar
-
Investasi Abal-abal Puluhan Miliar di Riau, Kebanyakan Korban Emak-emak
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
MPLS di Pekanbaru Sudah Dimulai, Diharapkan Tak Ada Aksi Perundungan
-
KPK Masih Dalami Jumlah Pasti Uang Amplop Bupati Kuansing untuk Raja Juli
-
Mengabadikan Momen di Taman Yiheyuan, Pusat Politik dan Ibadah Kaisar Dinasti Qing
-
Karyawan di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau saat Cari Sinyal HP
-
Polda Riau Resmi Ganti Dua Pejabat Utama dan 4 Kapolres