SuaraRiau.id - Seorang oknum polisi berpangkat Aiptu ditemukan tewas di rumahnya Jalan Paus Gang Cucut, RT 001/RW 007 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru pada Minggu (7/2/2021).
Diketahui, almarhum bertugas di Kampar. Laki-laki berinsial GFK (52) tersebut ditemukan dalam dalam kondisi gantung diri.
Kapolsek Bukitraya, AKP Arry Prasetyo menceritakan kronologis ditemukannya Aiptu GFK di rumahnya.
"Menurut saksi mata, Delmasdi yang juga penghuni rumah korban, pukul 06.30 WIB membersihkan halaman rumah, saat hendak buang air ke toilet, Delmasdi melihat korban yang sudah dalam kondisi tergantung," ucap AKP Arry dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (8/2/2021).
AKP Arry juga menambahkan, usai saksi melihat sesosok tubuh laki-laki yang sudah terbujur kaku dalam kondisi tergantung melaporkan kepada istri korban dan melaporkan ke Polsek setempat.
"Sebelumnya pihak keluarga sempat mencari dimana korban berada, pasalnya korban pergi dari rumah menggunakan sepeda motor beat putih dengan nomor polisi BM 4638 FO tanpa sepengetahuan Keluarga dan istri," tambah Arry.
Sekira pukul 10.35 WIB, korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau dengan menggunakan ambulans untuk dilakukan visum.
"Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban bahwasanya 2 tahun belakangan korban menderita penyakit penyempitan syaraf otak dan infeksi empedu sehingga korban mengalami depresi," terang Kapolsek.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Berita Terkait
-
Jarang Terlihat, Chu Nyuk Jan Ditemukan Tewas di Kamar Kos Singkawang
-
Pesepak Bola Asal Uruguay Tewas Bunuh Diri di Apartemennya
-
Pesepak Bola Asal Uruguay Tewas Bunuh Diri, Ini Penyebabnya
-
Lapas Pekanbaru Buat Sel Khusus Bandar Narkoba, CCTV Dipasang Setiap Sel
-
Peredaran Narkoba Cair di Riau, Ternyata Dikendalikan Napi Lapas Pariaman
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
DPRD Colek SF Hariyanto, Sebut 80 Ribu Ha Lahan di Riau Masih Tumpang Tindih
-
Sidang Kasus Abdul Wahid Undang Pakar Hukum usai Hadirkan Saksi Mahkota
-
Posko Pengaduan SPMB SMA-SMK Riau Dibuka, Ini Nomor Hotline dan Alamatnya
-
Nestapa Siswi SMP Hamil Korban Asusila di Riau Cari Keadilan ke Jakarta
-
Keterangan Saksi Mahkota Perkuat Dugaan Kasus Pemerasan Abdul Wahid